Ada Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim, Sejumlah Jalan Protokol Jakarta Ditutup Mulai 15.30 WIB

Rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah jalan protokol itu hanya bersifat sementara.

oleh Tim NewsDiterbitkan 27 Maret 2026, 11:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim di KTT ke-47 ASEAN. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah jalan protokol saat kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia pada hari ini, Jumat (27/3/2026). Rekayasa lalu lintas itu bersifat sementara.

"Sama seperti pengamanan VVIP lainnya, penutupan hanya saat rangkaian (rombongan) kebesaran melintas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin.

Dia menyebutkan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah ruas jalan protokol mulai pukul 15.30 WIB. Beberapa ruas yang terdampak antara lain Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, hingga Jalan Merdeka Barat.   

PM Malaysia Temui Prabowo

PM Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan menemui Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan itu untuk membahas kondisi geopolitik terkini.

"Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di Kuala Lumpur, Kamis (26/3), dilansir Antara.

Wisma Putra mengungkapkan kunjungan tersebut akan berfokus pada perkembangan geopolitik terkini, khususnya konflik di Asia Barat, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk implikasinya bagi Malaysia dan Indonesia.

Selain itu, Wisma Putra juga menilai perkembangan terbaru itu memerlukan pembahasan yang komprehensif, cermat, dan terkoordinasi antara kedua negara guna menyelaraskan posisi serta memperkuat kerja sama strategis dalam merespons situasi tersebut.

Dalam konteks itu, pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan memastikan keberlanjutan jalur perdagangan global serta rantai pasok yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Pertemuan tersebut juga akan menegaskan pentingnya memperkuat peran ASEAN sebagai blok yang bersatu dan berprinsip, sehingga kawasan dapat bertindak secara kolektif dalam menjaga perdamaian, mempertahankan stabilitas regional, serta melindungi ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya