Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan halal bihalal dengan para Kepala Desa dari desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di momen idulfitri.
Dalam kegiatan itu, Raja mensosialisasikan rencana proyek percontohan pembiayaan berkelanjutan di TNWK yang diharapkan akan adanya pemberdayaan masyarakat lokal serta meningkatkan dampak positif dari konservasi.
Advertisement
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati nasional," ujar Raja Juli, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, Raja juga melakukan soft launching pembatas (barrier) di TNWK yang disiapkan sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi masyarakat dari konflik manusia-gajah.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap Taman Nasional Way Kambas, Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” harap Raja.
Raja berharap, soft launching pembangunan pembatas di Taman Nasional Way Kambas mampu melindungi masyarakat lokal dari gajah liar.
"Pembatas dibangun akan diuji kekuatannya secara langsung menggunakan gajah pada beberapa hari ke depan," ungkap Raja.
Raja meyakini, TNWK adalah taman nasional yang unik di antara taman nasional Indonesia lainnya. Sebab hampir satu juta orang tinggal di area perbatasan taman nasional tanpa adanya zona penyangga. Oleh karena itu, Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat setempat selama beberapa dekade dan bertekad untuk mengakhiri masalah tersebut untuk selamanya dengan mengalokasikan anggaran pembangunan pembatas permanen sepanjang 138 kilometer.
"Tim yang mendesain dan membangun sistem pembatas ini terdiri dari sejumlah instansi yang terkait, termasuk Kementerian Kehutanan, Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, sejumlah universitas seperti Unila, ITERA dan Polinela serta masyarakat setempat," ungkap dia.
"Oleh karena itu, konflik manusia dengan gajah menimbulkan kerugian ekonomi, keamanan, keselamatan, bahkan korban jiwa di masyarakat sekitar," imbuhnya menandasi.
Dihadiri Sejumlah Pejabat
Sebagai informasi, acara silaturahmi Raja didampingi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI Radin Inten Mayjend TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan unsur Forkopimda setempat.
Diketahui, TNWK merupakan habitat penting bagi gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra yang berstatus kritis menurut International Union Conservation of Nature (IUCN).
Saat ini TNWK menghadapi berbagai tantangan, seperti spesies invasif, kebakaran hutan berulang, fragmentasi habitat, perburuan ilegal, serta konflik manusia dengan gajah.