Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menerapkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia secara menyeluruh. Ia menegaskan kendaraan listrik bukan hanya untuk mobil dan motor dalam kehidupan sehari-hari melainkan hingga truk dan traktor.
“The whole plan is semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik,” katanya dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” di akun Youtube Prabowo Subuanto, dikutip Rabu (25/6/2026).
Advertisement
Ia pun menegaskan, jika orang kaya ingin kekeuh menggunakan bensin tidak akan dipermasalahkan. Namun ia mengingatkan, mereka akan membayar seharga minyak dunia.
“Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari silakan lu pakai bensin, lu bayar aja harga dunia. Mau USD200 kan, lu orang kaya kok,” ungkapnya.
Baginya, langkah ini adalah game changer. Bukan hanya pada aspek ekonomi tapi juga lingkungan.
Pada aspek ekonomi, pengguna motor listrik bisa memangkas pengeluaran mereka hingga 20%. Kemudian pada sisi lingkungan, di Cina sendiri sudah nyata terlihat udara sangat bersih.
“Jadi ini this is our game changer. Ini game changer Cina Tiongkok dia sudah punya 800 gigawatt. Dia (Cina) the most advance,” ucapnya.
“Saya pernah ingat saya enggak tahu ya 10 tahun atau berapa tahun yang lalu saya di Beijing siang-siang kuning kalau enggak salah sebelum Olimpiade itu. Smokish kuning siang hari kita enggak berani keluar ya sekarang clean,” jelasnya lagi.
Purbaya Menilai WFH Bikin Potensi Hemat 20% BBM
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan work from home (WFH) satu hari yang direncanakan pemerintah berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.
Menurut Purbaya, berdasarkan perhitungan kasar, penghematan BBM dari kebijakan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20%. Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan hasil perhitungannya secara langsung dan masih bersifat estimasi awal.
“Ada hitungan kasar sekali. Bukan saya yang hitung. Kasarlah sepertiseperti limanya. Kira-kira 20%,” ucapnya usai melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Meski demikian, ia mengakui penerapan WFH tidak sepenuhnya efektif untuk semua jenis pekerjaan. Beberapa aktivitas dinilai tetap membutuhkan kehadiran fisik di kantor agar dapat berjalan optimal.
“Kadang-kadang ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik di WFH,” katanya.
Purbaya menambahkan, jika kebijakan WFH diterapkan pada Jumat, akan tercipta pola akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini dinilai dapat memberikan dampak tambahan, tidak hanya pada penghematan energi, tetapi juga pada peningkatan aktivitas masyarakat di sektor lain.
“Saya pikir kalau Jumat, ditambah tiga hari itu lumayan untuk aktivitas di rumah dan mungkin turisme juga akan mendorong sedikit,” ucapnya.
WFH Buat ASN dan Swasta Dipastikan Setelah Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan pemerintah akan melaksanakan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Nantinya akan ada imbauan pula bagi pekerja swasta.
Airlangga mengatakan, pihaknya masih akan merinci aturan WFH bagi ASN nantinya. Dipastikannya pelaksanaannya dilakukan dalam waktu dekat.
"WFH akan didetailkan, tetapi sesudah lebaran kita akan berlakukan," ujar Airlangga usai melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Pemerintah berencana menerapkan WFH bagi ASN untuk mengurangi beban penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, ada pula rencana pelaksanaan belajar dari rumah bagi anak sekolah.
Airlangga menjelaskan, WFH berlaku untuk kategori ASN bukan pelayanan publik. Dia juga membuka kemungkinan adanya imbauan WFH bagi pekerja swasta.
"(WFH berlaku untuk) ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi yang tidak.. bukan pelayanan publik," ujarnya.
"(Akan dibahas dengan) Kemnaker dan Mendagri. (Pelaksanaannya) Satu hari aja," Airlangga menambahkan secara singkat.