Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 22 Maret 2026 untuk harga emas UBS dan harga emas Galeri24 kompak turun, masing-masing di angka Rp 2.933.000 dan Rp 2.920.000 per gram.
Harga emas di Pegadaian ini dari sebelumnya yaitu harga emas UBS Rp2.944.000 per gram dan harga emas Galeri24 Rp2.930.000 per gram, pada Sabtu (21/3/2026) kemarin.
Advertisement
Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.
Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian hari ini seperti dikutip dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.531.000
- 1 gram: Rp2.920.000.
- 2 gram: Rp5.768.000
- 5 gram: Rp14.315.000
- 10 gram: Rp28.554.000
- 25 gram: Rp71.000.000
- 50 gram: Rp141.888.000
- 100 gram: Rp283.635.000
- 250 gram: Rp707.346.000
- 500 gram: Rp1.414.346.000
- 1.000 gram: Rp2.829.381.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.585.000
- 1 gram: Rp2.933.000
- 2 gram: Rp5.821.000
- 5 gram: Rp14.384.000
- 10 gram: Rp28.617.000
- 25 gram: Rp71.404.000
- 50 gram: Rp142.514.000
- 100 gram: Rp284.917.000
- 250 gram: Rp712.080.000
- 500 gram: Rp1.422.488.000
Harga Emas Anjlok 11% Selama Sepekan, Ini Penyebabnya
Sebelumnya, perang dengan Iran menganggu aliran minyak global, merusak infrastruktur energi dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan. Namun, harga emas yang biasanya dianggap sebagai aset aman atau safe haven selama periode ketidakpastian ekonomi, telah merosot.
Mengutip CNN, Sabtu (21/3/2026), harga emas turun 11% pekan ini, mencatat kerugian mingguan terbesar sejak 1983. Logam mulia ini telah turun lebih dari 14% sejak perang dimulai. Adapun harga emas turun 0,7% menjadi USD 4.574,90 per ounce pada Jumat, 20 Maret 2026.
Pada masa-masa penuh gejolak, investor sering membeli emas, bertaruh kalau nilainya akan tetap terjaga jika inflasi melonjak, mata uang jatuh, dan krisis terjadi.
Namun, kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk mempertimbangkan kembali prospek suku bunga. Hal itu sangat berpengaruh bagi emas.
Gejolak itu memicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong investor untuk menilai kembali kepemilikan mereka.
Berikut yang perlu Anda ketahui:
Pelaku pasar memprediksi the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada 2026, meningkatkan daya tarik investasi yang menghasilkan imbal hasil seperti obligasi dan mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Suku bunga the Fed sangat berpengaruh bagi pasar. The Fed baru saja mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk pertemuan kedua berturut-turut. Menurut CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan tidak aka nada penurunan suku bunga lebih lanjut pada 2026.
Adapun harga emas melonjak pada musim gugur ketika the Fed menurunkan suku bunga tiga kali berturut-turut. Sekarang suku bunga the Fed akan tetap stabil selama beberapa bulan lagi, mendorong imbal hasil obligasi naik. Hal itu meningkatkan peluang biaya untuk memegang emas.
“Saya rasa dalam penurunan harga emas baru-baru ini, imbal hasil yang lebih tinggi memainkan peran besar,” ujar Economic Strategist Fundstrat, Hardika Singh.
Kebijakan Bank Sentral
Bukan hanya the Fed, bank sentral di dunia juga mengubah kebijakan suku bunga sebagai respons terhadap perang Iran dan gangguan harga energi. Kekhawatiran tentang inflasi mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga atau dalam beberapa kasu, seperti Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga.
Adapun dolar AS telah pulih bulan ini, membuat emas yang harganya ditentukan dalam dolar AS, relatif lebih mahal bagi investor global. Tren pergerakan dolar AS merupakan faktor kunci lain bagi emas.
Emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan dolar yang lebih lemah, karena logam mulia ini menjadi relatif lebih terjangkau bagi investor di seluruh dunia.
Indeks dolar AS naik hampir 2% sejak perang Iran dimulai, menghentikan penurunan selama berbulan-bulan. Pemulihan dolar AS dapat mengurangi daya tarik emas.