Harga Emas Pegadaian Kompak Merosot saat Hari Pertama Lebaran 2026

Berikut daftar lengkap harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian saat hari pertama Lebaran, Sabtu (21/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Maret 2026, 10:11 WIB
Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak merosot dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian dari Karawang, Sabtu (21/3/2026) pukul 08.13 WIB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak merosot dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian dari Karawang, Sabtu (21/3/2026) pukul 08.13 WIB. Harga emas Pegadaian yakni buatan UBS dan Galeri24 kompak turun Rp 28.000.

Harga emas UBS dipatok di Rp 2.944.000 dari perdagangan sebelumnya di Rp 2.972.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 dibanderol di Rp 2.930.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.958.000 per gram.

Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu dapat berubah.  Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian masing-masing produk dikutip dari Antara:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.537.000
  • 1 gram: Rp 2.930.000.
  • ‎2 gram: Rp 5.790.000
  • ‎5 gram: Rp 14.368.000
  • ‎10 gram: Rp 28.659.000
  • ‎25 gram: Rp 71.264.000
  • ‎50 gram: Rp 142.415.000
  • ‎100 gram: Rp 284.689.000
  • ‎250 gram: Rp 709.975.000
  • ‎500 gram: Rp 1.419.949.000
  • ‎1.000 gram: Rp 2.839.898.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.591.000
  • ‎1 gram: Rp 2.944.000
  • ‎2 gram: Rp 5.843.000
  • ‎5 gram: Rp 14.438.000
  • 10 gram: Rp 28.74.000
  • ‎25 gram: Rp 71.670.000
  • ‎50 gram: Rp 143.044.000
  • ‎100 gram: Rp 285.975.000
  • 250 gram: Rp 714.727.000
  • ‎500 gram: Rp 1.427.776.000

Harga Emas Dunia Merosot

Seorang penjual berjalan melewati kalung emas yang dipajang selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022). Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Sebelumnya, harga emas dunia semakin tertekan pada Jumat, 20 Maret 2026 (Jakarta waktu setempat). Seiring koreksi harga emas itu membawa harga emas alami pekan terburuk dalam 15 tahun terakhir. Hal ini karena investor khawatir mengenai dampak ekonomi dari perang Amerika Serikat (AS)-Iran.

Mengutip CNBC, Sabtu (21/3/2026), harga kontrak berjangka emas turun 0,7% menjadi USD 4.574,90 per ounce, turun dari kenaikan yang terjadi pada Jumat pagi waktu setempat. Logam mulia ini anjlok 9,6% pada pekan ini, kerugian mingguan terbesar sejak September 2011.

Harga emas berada di jalur untuk mengalami bulan terburuk sejak Oktober 2008. Namun, harga emas masih naik lebih dari 5% pada 2026, menekankan kenaikan besar-nya sebelum konflik Teluk Persia.

Kontrak berjangka perak anjlok lebih dari 2% menjadi USD 69,66, level penutupan terendah sejak Desember. Logam mulia ini mencatat pekan penurunan ketiga berturut-turut dengan penurunan lebih dari 14%. Harga perak kini turun lebih dari 1% untuk 2026.

Penurunan pada Jumat memperpanjang sesi yang sulit bagi logam mulia pada Kamis, dengan harga spot turun sekitar 3%. Hal ini terjadi setelah mengalami kerugian yang lebih dalam pada awal hari di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang Iran.

Volatilitas di pasar minyak telah memengaruhi sentimen investor global sejak awal perang AS-Israel dengan Iran. Harga minyak mencapai USD 112 pada sesi Jumat.

 

Sentimen Harga Emas

Seorang pelanggan memegang perhiasan emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022). Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Saham AS anjlok pada Jumat, menyeret Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite mendekati penurunan 10% dari level tertinggi baru-baru ini, yang oleh Wall Street didefinisikan sebagai koreksi. Presiden Trump mengatakan pada Jumat kalau tidak menginginkan gencatan senjata dalam perang dengan Iran.

Analis ekuitas logam dan pertambangan di SP Angel, Arthur Parish mengatakan kepada “Squawk Box Europe” CNBC pada Jumat bahwa beberapa volatilitas ekstrem pada emas dalam beberapa minggu terakhir terjadi setelah reli panjang menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

“Itu hampir sepenuhnya mereda dan sebenarnya bergerak jauh lebih rendah,” ujar dia.

“Sebagian besar adalah perdagangan momentum yang mulai mereda.”

Emas dan perak sama-sama menikmati reli yang memecahkan rekor pada 2025, ketika keduanya melonjak masing-masing 66% dan 135%. Keduanya terus bergejolak pada 2026, dengan harga perak berjangka mengalami penurunan satu hari terbesar sejak tahun 1980-an pada akhir Januari.

 

Investor Masuk ke Emas

Seorang pelanggan mencoba gelang emas selama festival Hindu 'Akshaya Tritiya', hari keberuntungan dalam kalender Hindu untuk membeli barang-barang berharga, di ruang pamer perhiasan di Chennai, India, Selasa (3/5/2022). Membeli emas adalah kegiatan yang populer di Akshaya Tritiya, karena ini adalah simbol utama kekayaan dan kemakmuran. (Arun SANKAR / AFP)

Selama kenaikan harga emas pada 2025, Parish mencatat bahwa ada “banyak investor umum yang masuk ke sektor ini, banyak hedge fund sistematis dan banyak investor ritel juga.”

“Uang itu tidak terikat pada posisi emas jangka panjang,” ujar dia.

Ia menuturkan, sejak perang Ukraina-Rusia dan pembekuan aset Rusia, Anda telah melihat bank sentral mengakumulasi emas.

“Saya pikir mereka mendorong kenaikan pertama dalam tren kenaikan emas multi-tahun ini, dan kemudian para investor turis dan ritel masuk untuk memanfaatkan momentum tersebut. Mereka sekarang meninggalkan pasar, yang mungkin dibutuhkan agar emas kemudian naik lagi,” tutur dia.

Kepala Investasi di BRI Wealth Management, Toni Meadows mengatakan kepada CNBC kalau harga emas dan perak bergantung pada permintaan harian serta “kenaikan harga akibat ketakutan.”

“Saya tidak akan melihat [harga emas] sebagai lindung nilai harian terhadap setiap pergerakan aset berisiko,” katanya.

“Harga emas didorong oleh tren jangka panjang daripada perdagangan jangka pendek yang didorong oleh ketakutan,”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya