Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Jatuh 20 Maret 2026, Ramadan Disempurnakan 30 Hari

Idul Fitri di Arab Saudi dipastikan dirayakan pada hari Jumat setelah bulan sabit Syawal tidak berhasil diamati.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 21 Maret 2026, 07:10 WIB
Ilustrasi Eid Mubarak, Idul Fitri, Idulfitri. (Image by starline on Freepik)ani

Liputan6.com, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat, setelah hilal Syawal tidak terlihat pada Rabu malam.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi, yang menyatakan bahwa bulan Ramadan tahun ini disempurnakan menjadi 30 hari penuh. Dengan demikian, umat Muslim di seluruh Kerajaan akan menuntaskan ibadah puasa sebelum merayakan hari kemenangan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung telah mengeluarkan seruan resmi agar umat Islam melakukan rukyatul hilal pada Rabu malam, yang bertepatan dengan 29 Ramadan atau 18 Maret 2026. Namun, karena bulan sabit Syawal tidak terlihat, penetapan Idul Fitri mundur sehari.

Salat Idul Fitri dijadwalkan berlangsung sekitar 15 menit setelah matahari terbit pada Jumat pagi di berbagai wilayah, dikutip dari laman Arab News, Jumat (20/3/2026).

Penetapan ini sekaligus menegaskan bahwa Ramadan berlangsung genap 30 hari tahun ini. Secara tradisi, terlihatnya hilal menjadi penanda berakhirnya bulan suci dan dimulainya Idul Fitri.

Menjelang perayaan, suasana di berbagai kota di Arab Saudi mulai dipenuhi aktivitas warga. Pusat perbelanjaan ramai dikunjungi masyarakat yang berburu pakaian baru, hidangan khas, serta kebutuhan lainnya. Keluarga-keluarga juga mulai menyiapkan momen berkumpul, menjadikan Idul Fitri sebagai ajang mempererat silaturahmi setelah sebulan berpuasa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya