Trump Minta Pertemuan dengan Xi Jinping Ditunda Sebulan, Mau Fokus Perang Iran

Donald Trump meminta penundaan pertemuan dengan Xi Jinping di Beijing sekitar satu bulan karena fokus menangani perang dengan Iran.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 17 Maret 2026, 08:00 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan saat meninggalkan Pangkalan Udara Gimhae, yang terletak di sebelah Bandara Internasional Gimhae di Busan, pada Kamis 30 Oktober 2025. Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping membuka pertemuan tatap muka pertama mereka dalam enam tahun, mengupayakan gencatan senjata untuk mengakhiri perang dagang yang telah mengguncang ekonomi dunia. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintah AS meminta penundaan rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing selama sekitar satu bulan.

Permintaan itu disampaikan karena Trump ingin tetap berada di Amerika Serikat untuk memantau perkembangan perang dengan Iran yang masih berlangsung.

Sebelumnya, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada akhir Maret untuk bertemu Xi Jinping.

Namun ketika ditanya di Oval Office pada Senin sore mengenai kepastian perjalanan tersebut, Trump mengatakan rencana itu masih dibahas.

“Saya tidak tahu, kami sedang membicarakannya sekarang,” kata Trump dikutip dari CNBC, Selasa (17/3/2026).

Trump menegaskan bahwa dirinya sebenarnya ingin tetap melakukan kunjungan tersebut, tetapi situasi perang membuatnya merasa perlu berada di dalam negeri.

“Kami sedang berbicara dengan China. Saya sangat ingin melakukannya, tetapi karena perang ini saya ingin berada di sini. Saya merasa harus berada di sini,” ujar Trump.

 

Trump: Penundaan Hanya Soal Situasi Perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Trump mengatakan pemerintah AS telah meminta agar pertemuan tersebut ditunda sekitar satu bulan.

“Kami meminta agar ditunda sekitar satu bulan,” kata Trump.

Meski demikian, ia menegaskan tetap menantikan pertemuan dengan Xi Jinping dan menyebut hubungan keduanya cukup baik.

“Saya menantikan untuk bertemu dengannya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, yang dipicu oleh konflik Iran serta penyelidikan baru Amerika Serikat terhadap praktik perdagangan China.

Trump menegaskan bahwa permintaan penundaan tersebut semata-mata karena situasi perang.

“Tidak ada trik apa pun di baliknya. Ini sangat sederhana. Kami sedang menghadapi perang. Saya pikir penting bagi saya untuk berada di sini,” kata Trump.

 

Konflik Iran Berpotensi Ganggu Agenda Diplomasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Agustus 2024. (Dok. AP/Julia Nikhinson)

Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Trump sebelumnya memang telah memberi sinyal bahwa perang dengan Iran berpotensi memengaruhi rencana pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Xi Jinping di China.

Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu, Trump bahkan mengatakan China seharusnya membantu Amerika Serikat mengatasi blokade de facto Iran di Selat Hormuz, jalur energi global yang sangat penting.

China diketahui merupakan salah satu pembeli utama ekspor minyak Iran dan juga menentang perang tersebut.

Trump mengatakan jika bantuan itu baru dilakukan setelah pertemuan puncak berlangsung, maka langkah tersebut sudah terlambat.

Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian mencoba meredakan pernyataan tersebut.

Ia mengatakan kemungkinan penjadwalan ulang pertemuan lebih disebabkan oleh faktor logistik, bukan karena tuntutan AS agar China ikut mengamankan Selat Hormuz.

“Pertemuan itu tidak akan ditunda karena presiden menuntut China untuk mengawasi Selat Hormuz,” kata Bessent kepada CNBC.

 

Penyelidikan AS ke China

Presiden Donald Trump berbicara kepada media selama konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 3 Januari 2026, di Palm Beach, Florida. (Joe Raedle/Getty Images via AFP)

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan penundaan pertemuan tersebut memang “sangat mungkin terjadi.”

Para analis sebelumnya memperkirakan perang Iran tidak akan menggagalkan pertemuan Trump dan Xi Jinping. Namun mereka juga mengingatkan situasi bisa berubah cepat tergantung perkembangan konflik.

Di tengah ketegangan geopolitik tersebut, pemerintahan Trump pekan lalu juga meluncurkan penyelidikan baru terkait dugaan praktik perdagangan tidak adil oleh China dan lebih dari selusin negara lain.

Langkah itu diumumkan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif besar yang sebelumnya diberlakukan Trump terhadap berbagai impor, termasuk dari China.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya