Laporan Liputan6.com dari Taiwan: Nostalgia di Hinoki Village

Berikut laporan Liputan6.com dari Taiwan yang mengunjungi salah satu peninggalan bangunan bersejarah yakni Hinoki Village.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Maret 2026, 20:15 WIB
Hinoki Village di Chiayi, Taiwan. (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Liputan6.com, Jakarta - Chiayi, Taiwan memiliki salah satu peninggalan sejarah Jepang saat menduduki Taiwan. Hal ini seiring kota tersebut termasuk pusat perdagangan kayu saat Jepang menduduki Taiwan sekitar 1895-1945. Salah satu peninggalan itu berupa bangunan bersejarah di Chiayi, Taiwan. Berikut laporan Liputan6.com.

Peninggalan bersejarah berupa area bangunan kayu dengan desain arsitektur tradisional Jepang. Area tersebut bernama Hinoki Village. Seperti sebutan namanya, bangunan di area ini terbuat dari kayu Hinoki yang dibawa dari kawasan Alishan. Bangunan yang ditujukan untuk pejabat kehutanan Jepang dan pekerja pengangkut kayu dari Alishan ke Chiayu saat itu dipakai untuk tempat tinggal dan asrama. Kawasan hunian yang dibangun sekitar 1914 ini juga menjadi awal perkampungan kehutanan Jepang di Taiwan lantaran dekat dengan wilayah Alishan.

Usai Jepang kalah dalam perang dunia II pada 1945, bangunan di kawasan ini sempat terbengkalai. Pemerintah Taiwan merenovasi kawasan Hinoki secara bertahap sejak 2009. Restorasi bangunan diselesaikan dengan prinsip memakai bahan asli dan metode konstruksi asli. Eksterior bangunan berbentuk bungalow bergaya Jepang dengan struktur kayu merupakan representrasi penting dari budaya kehutanan Alishan.

Langkah pemerintah Taiwan merenovasi Hinoki Village ini seiring mempromosikan pelestarian aset bersejarah kehutanan dan sebagai taman budaya dan kreatif bertema hutan.

Jurnalis Liputan6.com atas undangan Taipei Economic and Trade Office (TETO) berkesempatan berkunjung ke Hinako Village tepatnya pada Kamis, 4 Maret 2026. Ketika tiba di kawasan ini, pada bagian depan Hinoki Village ditemui seperti tugu pohon yang berasal dari kayu di Alishan. Tugu pohon ini cukup besar dan seperti pengingat megahnya pohon-pohon di Alishan.

Saat mengunjungi Hinoki Village ini, bangunan bergaya arsitektur Jepang ini menarik perhatian. Bangunan yang didirikan pada 1914 ini masih berdiri dan menjadi saksi sejarah saat Jepang menduduki Taiwan. 

"Bangunan di sini dibangun 1914. Tahun 1945, Jepang kalah perang, dan dikembalikan ke China dulu. Terbengkalai lama sekali kemudian di renovasi. Kalau kita lihat bangunannya ada yang panggung.Bangunan itu kalau musim dingin tidak terlalu dingin karena kayu. Ke sini berasa di Jepang,” kata pemandu wisata, Chindrawan atau Acin.

Bangunan Bersejarah Kini Dimanfaatkan jadi Kios Barang Kreatif

Kios di Hinoki Village, Chiayi, Taiwan. (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Acin menuturkan, kawasan ini dikelola oleh pemerintah provinsi Chiayi dan menjadi cagar budaya.

Mengutip recreation.forest.gov.tw, setelah menganalisis gaya bangunan Jepang berdasarkan tata ruang bangunan yang ada ditemukan terdapat empat jenis gaya bangunan di kawasan ini. Bangunan itu antara lain bangunan rumah tunggal, bangunan rumah dua keluarga semi-terpisah, bangunan rumah empat keluarga dan rumah deret.

"Rumahnya ada yang kecil, ada yang besar. Ada rumah buat pejabat yang pangkatnya lebih tinggi. Kalau yang panjang itu asramanya. Ada juga yang buat keluarga. Totalnya ada 29 bangunan,” tutur Acin.

 

Insect Museum di Hinoki Village, Chiayi, Taiwan. (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Saat ini, bangunan-bangunan tersebut tidak lagi menjadi tempat tinggal tetapi disewakan sebagai kios. Selain kios yang menawarkan barang kreatif, pengunjung juga dapat menemukan kafe, museum hingga kios yang menawarkan kerajinan tangan terbuat dari arang.

"Kios-kios itu menjual produk dan barang-barang kreatif,” kata dia.

Ragam Bangunan

Bangunan di Hinoki Village, Chiayi, Taiwan. (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Sebagian besar bangunan kayu itu berwarna hitam di Hinoki Village. Acin menuturkan, kayu berwarna hitam tersebut agar tidak cepat rusak.

Selain suasana seperti di Jepang, Anda juga dapat mengunjungi kios-kios yang menawarkan barang kreatif yang menarik perhatian dan membuat Anda untuk membeli produk-produk yang lucu dan menarik. Salah satunya seperti gantungan kunci terbuat dari kayu yang menunjukkan tanggal dan bulan kelahiran. Selain itu, ada juga kios yang menawarkan produk-produk terbuat dari madu dan wasabi.

 

 

Kios di Hinoki Village, Chiayi, Taiwan. (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Jika Anda lapar dan haus, ada juga kafe yang dapat dikunjungi. Untuk memasuki kawasan ini juga gratis. Kawasan ini buka sepanjang hari, tetapi untuk kios buka dari 10.00-18.00.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya