Superbank Raup Laba Sebelum Pajak Rp 143,3 Miliar pada 2025

Superbank juga mencatat pertumbuhan kredit 50% YoY menjadi Rp 9,6 triliun khususnya pada segmen ritel dan UMKM.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Maret 2026, 10:39 WIB
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau disebut Superbank mengumumkan laba pada 2025. (Foto: Superbank)

Liputan6.com, Jakarta - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau disebut Superbank, bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank dan GXS, menutup 2025 dengan kinerja keuangan yang solid sekaligus mencatatkan tonggak strategis sebagai perusahaan publik setelah penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Desember 2025.

Sepanjang 2025, Superbank membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax atau PBT) sebesar Rp 143,3 miliar, menegaskan keberhasilan model bisnis digital berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan. Keberhasilan IPO tersebut memperkuat struktur permodalan Perseroan dan secara resmi menempatkan Superbank dalam kategori Bank Umum berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan menuturkan, 2025 merupakan periode transformasional bagi Superbank.

“Kami mencatatkan laba untuk pertama kalinya pada kuartal pertama 2025 dan menutup tahun dengan pertumbuhan yang kuat di seluruh indikator utama. Momentum IPO tidak hanya memperkokoh struktur permodalan kami, tetapi juga semakin meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap Superbank sebagai bank dengan layanan digital yang tumbuh sehat, efisien, dan relevan,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, capaian ini mencerminkan konsistensi strategi, tata kelola yang solid, serta sinergi yang kuat dengan ekosistem dalam memperluas akses layanan keuangan digital di Indonesia.

Pertumbuhan Finansial yang Kuat dan Tetap Prudent

Kinerja 2025 ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat dan ekspansi kredit yang tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 160% year-on-year (YoY) menjadi Rp 1,6 triliun, sejalan dengan pertumbuhan kredit sebesar 50% YoY menjadi Rp 9,6 triliun, terutama pada segmen ritel dan UMKM.

 

DPK Superbank

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau disebut Superbank mengumumkan laba pada 2025. (Foto: Superbank)

Dana Pihak Ketiga (DPK) turut tumbuh signifikan sebesar 139% YoY menjadi Rp 11,8 triliun, sementara total aset meningkat 87% YoY menjadi Rp 21,3 triliun, mencerminkan ekspansi usaha yang sehat dan terukur.

Seiring dengan peningkatan skala bisnis, efisiensi operasional menunjukkan perbaikan yang signifikan, tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 70,52% dibandingkan 139.16% pada tahun sebelumnya.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 2,60% dan NPL Net sebesar 0,68%, didukung struktur likuiditas yang sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 81,32%. Net Interest Margin (NIM) juga meningkat menjadi 10,64%, memperkuat fundamental profitabilitas Perseroan.

Sinergi dengan Ekosistem Pemegang Saham sebagai Kunci Pertumbuhan

Superbank gandeng KakaoBank meluncurkan program “Wujudkan Mimpimu ke Korea”. (Foto: Superbank)

Sejalan dengan pertumbuhan finansial tersebut, Superbank terus memperkuat penetrasi layanan digital melalui kolaborasi strategis dalam ekosistem, termasuk peluncuran OVO

Nabung by Superbank, Kartu Untung dengan KakaoBank, serta integrasi pengajuan Pinjaman Atur Sendiri (PAS) langsung melalui aplikasi Grab dan OVO. Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Perseroan telah melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan rata-rata transaksi melampaui 1 juta transaksi per hari, mencerminkan tingginya tingkat adopsi dan engagement pengguna dalam ekosistem digital Superbank.

Memasuki 2026 sebagai bank KBMI 2, Superbank optimistis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dengan fokus pada inovasi teknologi, penguatan sinergi ekosistem, serta penerapan manajemen risiko yang prudent guna menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya