Pemerintah Lepas Ekspor Perdana Beras Premium untuk Jemaah Haji 2026

Bulog mengirimkan 2.280 ton beras "Befood Nusantara" berkualitas ekspor untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi. Langkah ini awal penetrasi pasar global.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 04 Maret 2026, 14:20 WIB
Pemerintah melepas ekspor beras perdana untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi yang menjadi pembuka jalan ekspor ke berbagai negara lainnya. (Liputan6.com/Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah secara resmi melepas ekspor beras premium “befood Nusantara” yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026, Rabu (4/3/2026). Pelepasan ini menjadi ekspor perdana beras haji sebagai langkah awal penetrasi pasar Timur Tengah.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Mamdhani mengungkapkan, beras yang dikirim merupakan kualitas terbaik yang pernah diproduksi Bulog. Spesifikasinya memiliki tingkat pecahan hanya 5% dan kadar air di bawah 14%.

“Selama ini beras premium di Indonesia rata-rata pecahannya 15%. Untuk haji ini hanya 5%. Jadi ini kualitas terbaik, standar ekspor,” jelasnya dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Rabu (4/3/2026).

Produksi beras tersebut juga disinergikan dengan pihak swasta, yakni Wilmar International, untuk mendukung proses pengemasan dan distribusi. Dengan total nilai transaksi ekspor beras haji ini hampir mencapai Rp 38 miliar.

Ia menyampaikan, pihaknya berperan untuk mencetak, memproduksi, dan mengirimkan beras, sementara skema pembiayaan mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Harga beras untuk jemaah haji ditetapkan sebesar Rp 16.000 per kilogram, sebagai bagian dari dukungan pemerintah. Harga tersebut merupakan harga premium, termasuk biaya produksi, namun belum termasuk biaya pengiriman dan pembiayaan lainnya.

 

Jalan Pembuka

Pemerintah melepas ekspor beras perdana untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudiyang menjadi pembuka jalan ekspor ke berbagai negara lainnya. (Liputan6.com/Christian)

Dalam kesempatan serupa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, eksportasi ini adalah momentum lanjutan sejak penetapan stok beras mencapai 3,7 juta ton berdasarkan data BPS. Jumlah ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

“Nah, ini kita ekspor. Kita sudah menjajaki beberapa negara. Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina,” ungkapnya dalam kesempatan serupa.

Maka dari itu, kata Amran, ia berharap bisa mengekspor lebih besar lagi. Apalagi, khusus untuk jemaah haji, ekspornya diperkirakan bisa mencapai 20-50 ribu ton.

Ia tidak ragu atas ekspektasi itu lantaran saat ini saja untuk eksportasi awal bersama Bulog sudah di angka 2.280 ton.

“Mudah-mudahan ke depan bisa kita ekspor lebih besar lagi. Tetapi khusus untuk jemaah kita, Saudi Arabia itu perkiraan antara 20 sampai 50 ribu ton. Nah kemudian nanti ke negara lainnya lagi. Nah ini 2.280 ton. 2.000 ya, bukan 1.000 ton,” jelasnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya