Pasar Modal Syariah Makin Bergairah, Investor Aktif Naik 34% Sepanjang 2025

Pasar modal syariah Indonesia cetak kinerja positif di 2025.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 26 Februari 2026, 17:48 WIB
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal syariah Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Pertumbuhan terlihat dari meningkatnya jumlah investor, aktivitas transaksi, hingga penguatan kinerja indeks saham syariah.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh, mengatakan BEI mencatat jumlah investor syariah mencapai 217.157 investor atau tumbuh 28% secara tahunan (year on year/YoY).

"Pencapaian kita di 2025 itu merupakan jumlah penambahan paling tinggi selama 15 tahun kebangkitan pasar modal sariah Indonesia dari sejak tahun 2011. Tahun kemarin di 2025 itu hampir 50 ribu investor syariah barunya. Jadi, tumbuh 28%," kata Irwan dalam acara Edukasi Wartawan dengan tema Pasar Modal Syariah, secara virtual, Kamis (26/2/2026).

Sementara itu, jumlah investor syariah aktif tercatat sebanyak 43.135 investor, meningkat 34% YoY. Angka tersebut menandakan investor tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin aktif melakukan transaksi.

"Aktifnya juga demikian, tumbuh 34% kalau kita potokannya year-on-year. Demikian juga dengan kinerja transaksi, baik dari nilai, frekuensi maupun volume. Termasuk indeks," ujarnya.

Irwan menjelaskan bahwa pertumbuhan investor aktif menjadi indikator penting karena menunjukkan tingkat engagement investor terhadap produk pasar modal syariah semakin tinggi. Hal ini juga didukung oleh digitalisasi layanan investasi yang mempermudah akses masyarakat.

Ia menambahkan, generasi muda menjadi kontributor utama peningkatan investor syariah, seiring meningkatnya kesadaran untuk berinvestasi secara halal dan berkelanjutan.

 

Aktivitas Transaksi Melonjak Lebih dari 100 Persen

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi investor syariah mencapai Rp 11,2 triliun atau melonjak 104% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen saham syariah.

Frekuensi transaksi tercatat mencapai 30,6 miliar saham, tumbuh 103% YoY. Sementara volume transaksi mencapai 2,7 juta kali transaksi atau meningkat 50% secara tahunan.

Menurut Irwan, peningkatan transaksi menunjukkan likuiditas pasar modal syariah semakin kuat. Investor dinilai semakin memahami strategi investasi dan mulai menjadikan saham syariah sebagai bagian dari portofolio utama.

 

Kinerja ISSI dan Kapitalisasi Pasar Menguat

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut, Irwan menyampaikan kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turut mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan nilai indeks berada di level 308,607 atau naik 43% YoY.

"Yang menarik indeks ISSI ini. Tahun kemarin itu ISSI mengalahkan lima besar indeks syariah global lainnya yaitu 43%, tertinggi di beberapa indeks sariah global yang sering dijadikan rujukan di Islamic Finance," ujarnya.

Adapun jumlah saham syariah yang tercatat mencapai 631 saham atau meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kapitalisasi pasar saham syariah tercatat mencapai Rp 8.972 triliun atau tumbuh 31% YoY.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya