Pengakuan Kekasih Jadi Kunci Tewasnya Bos Kartel Narkoba El Mencho di Tapalpa

Siapa kekasih dari El Mencho yang membantu operasi militer di Meksiko?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 24 Februari 2026, 16:07 WIB
Sosok pemimpin kartel narkoba, Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias "El Mencho" dalam poster yang dirilis Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA). (Dok. DEA)

Liputan6.com, Mexico City - Informasi dari seorang perempuan yang disebut sebagai kekasih Nemesio Oseguera alias “El Mencho” menjadi titik balik dalam operasi militer yang menewaskan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) tersebut di Tapalpa, Meksiko barat.

Oseguera (59) terluka dalam baku tembak dengan pasukan khusus Meksiko pada Minggu dan meninggal saat diterbangkan ke rumah sakit di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco.

Operasi digelar setelah intelijen militer Meksiko, dengan dukungan Komando Utara militer Amerika Serikat, memperoleh informasi bahwa perempuan tersebut akan bertemu Oseguera di sebuah rumah di Tapalpa, sekitar 130 kilometer dari Guadalajara, dikutip dari laman Khaleej Times, Selasa (24/2/2026).

Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan perempuan itu diantar ke lokasi oleh orang kepercayaan Oseguera. Sehari kemudian, pasukan Reaksi Cepat Garda Nasional melancarkan penyergapan darat dan udara untuk menjaga unsur kejutan.

Menurut Trevilla, aparat menemukan Oseguera bersenjata senapan serbu dan dua peluncur roket. Pengawalnya sempat menembak helikopter militer hingga melakukan pendaratan darurat. Dalam baku tembak tersebut, Oseguera dan dua pengawalnya terluka sebelum akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Jenazahnya diterbangkan ke Mexico City untuk proses hukum sebelum diserahkan kepada keluarga, kata Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch.

Otoritas juga memastikan kematian tangan kanan Oseguera, Hugo H. alias “El Tuli”, yang tewas saat mencoba melarikan diri. Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan di 20 dari 32 negara bagian Meksiko, ditandai blokade jalan dan pembakaran kendaraan. Pemerintah mengerahkan sekitar 10.000 tentara untuk meredam situasi, meski gangguan keamanan masih terjadi di sejumlah wilayah Jalisco dan Michoacan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya