Pemerintah Siapkan Masjid Jadi Rest Area saat Mudik Lebaran 2026

Menhub bertemu dengan Menteri Agama membahas mudik Lebaran 2026. Menhub meminta agar masjid bisa menjadi titik istirahat atau rest area bagi pemudik.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 24 Februari 2026, 10:15 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Menteri Agama Nazaruddin Umar. Pertemuan ini membahas mengenai rencana masjid sebagai tempat istirahat bagi pemudik. (Dok Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi akan menjadikan masjid sebagai titik istirahat atau rest area saat mudik Lebaran 2026. Nantinya, akan ada tambahan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pemudik.

Hal ini dipastikan usai Menhub Dudy bertemu Menteri Agama, Nazaruddin Umar.

Dalam pertemuan itu, Menhub meminta masjid di sepanjang jalur mudik dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Masjid-masjid tersebut diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat bagi masyarakat.

“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Dudy dalam keterangannya, Selasa (24/2/2025).

Selain pemanfaatan rumah ibadah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyiapkan sejumlah fasilitas lain sebagai titik istirahat bagi pemudik, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.

“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” sebut Dudy.

Mengacu pada hasil survei, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.

 

Paling Banyak Mudik

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Menteri Agama Nazaruddin Umar. (Dok Kemenhub)

Sekitar 66 persen responden survei mengaku akan melakukan mudik dan bersilaturahmi ke kampung halaman.

“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu, kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” kata Dudy.

Trans Jawa dan Bandung Jadi Favorit PemudikSebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan bakal meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui jalan tol saat musim mudik Lebaran Idulfitri 2026.

Lonjakan arus lalu lintas tersebut diprediksi terbagi ke tiga arah utama, yakni timur (menuju Tol Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), serta selatan (Bogor dan Ciawi).

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi berdasarkan data historis dan proyeksi masa libur Lebaran tahun depan.

“Kami pada Lebaran 2026 ini, berdasarkan data yang kami miliki, memperkirakan jumlah kendaraan akan mencapai 3,6 juta unit,” ujar Rivan.

 

Arus Lalu Lintas

Ribuan kendaraan dari arah Bandung menuju ke Jakarta mengalir tanpa henti sehingga kendaraan berjalan merayap.

Berdasarkan proyeksi tersebut, sekitar 50 persen kendaraan akan bergerak ke arah timur. Sementara itu, 28 persen menuju barat atau ke arah Merak, dan sekitar 20,7 persen menuju selatan melalui Ciawi.

“Dari 3,6 juta itu, 50 persen ke arah timur dan 28 persen ke arah barat atau ke arah Merak. Sementara 20,7 persen ke arah Ciawi,” jelasnya.

Arus ke arah timur akan terpecah di Gerbang Tol Cikampek Utama. Dari titik ini, kendaraan akan terbagi menuju Jalan Tol Trans Jawa dan jalur menuju Bandung.

 

Mengarah ke Bandung dan Jawa

Mereka memilih menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi mudik dengan alasan lebih cepat sampai tujuan dan tidak macet. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Menariknya, dari total 50 persen kendaraan yang mengarah ke timur, sebanyak 57 persen diperkirakan melanjutkan perjalanan ke Tol Trans Jawa. Sementara 42 persen lainnya akan menuju Bandung.

“Ini yang bisa padat. Kemudian 42 persennya menuju ke Bandung,” tambah Rivan.

Dengan komposisi tersebut, jalur Trans Jawa berpotensi menjadi titik dengan kepadatan tertinggi saat puncak arus mudik Lebaran 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya