Kata DPR Usai Indonesia Dapat Tugas Berat jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza

Begini reaksi DPR setelah Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional Gaza.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 20 Februari 2026, 14:23 WIB
Untuk diketahui, Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian adalah badan pengawas internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Januari 2026, untuk mengawasi rekonstruksi, pemerintahan, dan stabilitas di Gaza, Palestina, pasca-konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas. Tampak dalam foto, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kiri) saat berbicara pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian Donald J. Trump di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis 19 Februari 2026. (Chip Somodevilla/Getty Images North America/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendukung Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Menurutnya, penugasan tersebut adalah suatu kehormatan bagi Indonesia.

“Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar bagi bangsa kita,” kata Dave pada wartawan, Jumat (20/2/2026).

Menurut Dave, penunjukan itu mencerminkan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia di mata dunia. "Hal ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap profesionalisme TNI serta menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten berkomitmen pada misi perdamaian internasional," ujarnya.

Politikus Golkar itu menilai, keterlibatan Indonesia menempatkan Indonesia di garis depan diplomasi internasional.

"Peran ini menempatkan Indonesia di garis depan diplomasi global, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi kita tidak berhenti pada dukungan politik, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan," jelasnya.

"Komisi I DPR RI dengan tegas mendukung langkah pemerintah dan TNI dalam menjalankan penugasan ini," tegasnya.

Indonesia jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza

Diketahui, Indonesia akan menjadi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi Gaza. ISF dibentuk dengan tujuan menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina.

Indonesia bergabung dalam ISF bersama Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania. Hal ini disampaikan langsung oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers.

"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jasper.

Ia menambahkan, ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza sehingga memungkinkan pemerintahan sipil berjalan. ISF diberi mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan konfrontasi.

Indonesia bakal mengirimkan 8.000 personel TNI sebagai bagian dari ISF di Gaza. Pasukan TNI yang berpartisipasi dalam ISF akan ditugaskan untuk misi non-tempur, kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya