Liputan6.com, Batam - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) menggenjot hilirisasi di Tanah Air. Peluang itu diproyeksi mampu mengerek pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Batam, Kepulauan Riau.
AHY menekankan, pentingnya hilirisasi dalam berbagai sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut bisa tertuang dari nilai tambah yang diberikan jika RI hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.
Advertisement
"Hilirisasi juga menjadi bagian penting, tidak mungkin kita hanya mengekspor sumber daya alam kita, kita harus punya nilai tambah," kata AHY di Batam, Kepri, dikutip Selasa (17/2/2026).
Investasi ke hilirisasi ini turut mengalir di Batam. Pada 2025 saja, Batam mampu mencatatkan realisasi investasi Rp 69,3 triliun, lebih tinggi dari target yang ditetapkan.
"Kita mengestimasi pertumbuhan ekonomi kita, (target) investasi kita di angka Rp 60 triliun, tapi realisasinya Rp 69,3 triliun, 115,5 persen pencapaiannya," ujar Walikota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) Amsakar Achmad.
Adapun, tren positif ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam jadi 9,5-10 persen pada 2029 mendatang.
Perkembangan Industri RI
Sebelumnya, Menko AHY melihat perkembangan pesat industri Tanah Air. Maka, kecakapan dari pekerjanya dinilai perlu ditingkatkan, salah satunya anak muda.
Hal tersebut diungkap AHY saat menghadiri perayaan malam Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau. Perkembangan industri Batam menjadi yang cukup pesat di Indonesia.
"Yang paling penting lagi adalah dengan industri yang semakin maju, digunakan pula teknologi terkini, tapi juga menyerap pekerjaan, menyerap tenaga kerja kita," ungkap AHY, didampingi Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Batam, Kepri, ditulis Selasa pekan ini.
Anak Muda Harus Siap
Melihat peluang tersebut, dia meminta penguatan kemampuan dari anak muda dan masyarakat usia produktif. Dengan demikian, para calon pekerja bisa diserap sesuai kebutuhan industri dengan perkembangan teknologinya.
"Banyak masyarakat yang usianya muda dan produktif yang sekali lagi perlu kita siapkan skill-nya," tegasnya.
Ketua Umum Partai Demokrat ini menyebutkan, keunggulan Batam termasuk adanya kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ). Hal ini memiliki peran penting dalam menghadirkan investasi.
"Pertumbuhan ekonomi yang sudah baik harus terus kita kawal dan kita tingkatkan. Tetapi ingat, pada akhirnya tidak ada pertumbuhan ekonomi yang lebih penting selain pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Artinya, semua harus merasakan kesejahteraan," tuturnya.
Batam Jadi Gerbang Ekonomi Dunia
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap keinginan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya menjadikan Batam sebagai gerbang ekonomi dunia.
AHY menyebut, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo. Batam digadang tak hanya unggul di Asia Tenggara, tapi juga mampu unjuk gigi di kancah dunia.
"Saat ini di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto kita ingin membangun ekonomi Batam sendiri terus menjadi salah satu laboratorium, di mana menjadi gerbang atau pintu ekonomi di tingkat kawasan Asia Tenggara tapi juga dunia," ungkap AHY dalam malam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Batam, Kepulauan Riau, ditulis Selasa (17/2/2026).