Liputan6.com, Beijing - Seorang karyawan di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, mengaku mengalami kekecewaan mendalam setelah hadiah utama yang diumumkan dalam pesta akhir tahun perusahaannya—sebuah iPhone 17 Pro Max—ternyata hanya lelucon.
Pria yang dikenal dengan nama Jiang Jiang itu sempat diumumkan sebagai pemenang hadiah utama dalam acara tahunan perusahaan. Di hadapan rekan-rekannya, manajemen menyebut ia berhak atas iPhone terbaru dengan harga tercantum 9.988 yuan atau sekitar USD 1.450.
Advertisement
Menurut Jiang, hadiah tersebut diserahkan lengkap dengan kotak yang tampak asli, tas belanja bermerek, serta faktur dan tanda terima tercetak. Ia memilih untuk tidak membuka kotak di lokasi acara dan berniat memberikannya sebagai kejutan bagi istrinya di rumah.
Namun, ketika kotak dibuka, isinya jauh dari ekspektasi. Alih-alih telepon pintar, Jiang menemukan dua cokelat, tiga permen lolipop, dan beberapa ubin, dikutip dari laman SCMP, Senin (16/2/2026).
“Saya kira saya pemenang terbesar malam itu, ternyata saya yang paling dipermalukan,” ujar Jiang dalam video yang diunggahnya ke media sosial.
Video tersebut segera viral dan memicu simpati luas dari warganet. Banyak yang awalnya menduga ponsel asli telah ditukar secara diam-diam. Namun Jiang menjelaskan bahwa aksi itu merupakan ide lelucon dari manajer timnya. Ia juga menyebut pihak rumah sakit tempatnya bekerja tidak pernah menyetujui pembelian ponsel tersebut.
Menurut Jiang, hadiah kedua dalam acara itu pun tidak kalah sederhana: sebuah bantal.
Ia menegaskan tidak mempermasalahkan soal ponsel, tetapi menuntut permintaan maaf terbuka dari pihak yang menggagas lelucon tersebut. “Saya berharap tahun 2026 dimulai dengan keberuntungan. Yang terjadi justru seperti April Mop,” katanya.
Pesta Apresiasi untuk Karyawan
Di Tiongkok, banyak perusahaan menggelar pesta akhir tahun menjelang Tahun Baru Imlek sebagai bentuk apresiasi terhadap karyawan. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada 17 Februari.
Kasus Jiang memicu diskusi luas di media sosial tentang kualitas hadiah pesta kantor. Sejumlah pengguna membagikan pengalaman serupa. Ada yang menyebut hadiah utama di perusahaannya adalah sesi pertemuan pribadi dengan atasan, sementara yang lain mengaku hanya mendapat kesempatan berfoto dan tanda tangan bos.
“Bisakah saya mendapatkan tanda tangan bos di kontrak kenaikan gaji saya?” tulis seorang pengguna.
Komentar lain menyebut hadiah semacam itu mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap karyawan. “Pesta akhir tahun seharusnya menjadi momen merayakan kerja keras staf, bukan ajang menjilat atasan,” tulis pengguna lainnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait insiden tersebut.