Banjir di Grobongan, Tiga Perjalanan Kereta Api Ini Terganggu

Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan akibat hujan deras sejak Minggu malam menyebabkan dua jembatan rel di lintas Gubug–Tegowanu–Brumbung terendam air.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 16 Februari 2026, 09:17 WIB
Ilustrasi kereta api mulai melewati jalur kereta yang sebelumnya terendam banjir. (dok. KAI)

Liputan6.com, Jawa Tengah Banjir yang merendam dua jembatan di antara Stasiun Gubug-Tegowanu-Brumbung di wilayah Kabupaten Grobogan, membuat sejumlah perjalanan kereta api di jalur utara Jawa Tengah terganggu.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah kebijakan diantaranya sejumlah kereta api diputar melalui jalur Brumbung-Gundih-Gambringan. Dia menuturkan, jalur sementara ditutup sejak pukul 04.35 WIB karena genangan air sudah menutup rel.

"Untuk memastikan keselamatan perjalanan, jalur tersebut ditutup sementara," kata Luqman, Senin (16/2/2026).

Seperti dilansir dari Antara, dua jempat yang tergenang banjir diantaranya Jembatan 46 di petak jalan antara Stasiun Tegowanu-Stasiun Brumbung, kemudian Jembatan 59 di petak antara Stasiun Gubug-Stasiun Tegowanu.

Adapun, tiga kereta yang perjalanannya diganggu dan diputar diantara  KA Gumarang relasi Jakarta-Surabaya, KA Jayabaya relasi Jakarta-Malang, dan KA Harina relasi Bandung-Surabaya.

Luqman menuturkan petugas masih terus memantau perkembangan kondisi jalur rel yang tergenang agar informasi terkini bisa terus disampaikan.

Ia menambahkan PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat gangguan perjalanan tersebut.

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin dini hari mengakibatkan banjir di berbagai wilayah di kabupaten tersebut.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026.

Peningkatan hujan dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.

 

Peringatan BMKG: Hujan Lebat Terjadi 15 hingga 16 Februari 2026

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan hasil analisis menunjukkan dominasi aliran angin baratan akibat penguatan Monsun Asia mempercepat pertumbuhan awan konvektif, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

"Kondisi ini didukung aktivitas Madden-Julian Oscillation yang berada pada fase Samudra Hindia serta adanya gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu perlambatan dan belokan angin atau konvergensi, terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara,” ujar Andri dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Menurut dia, kombinasi faktor dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah selama periode tersebut.

BMKG memprakirakan, pada 15–16 Februari potensi hujan lebat berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17–18 Februari, potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara pada 19 Februari, wilayah yang perlu mewaspadai hujan lebat meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Adapun pada 20–21 Februari, potensi hujan lebat masih berlanjut di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya