Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Ketika Sampah Organik Jadi Medium Pemberdayaan Para Perempuan

Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Mahija Parahita Nusantara X Coca-Cola Indonesia memberdayakan para pekerja sampah dengan keterampilan tambahan.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 16 Februari 2026, 07:00 WIB
Maggot sebagai solusi sampah organik jadi salah satu implementasi program "Recycle Me Zone" Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia untuk Hari Peduli Sampah Nasional 2026, 13 Februari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, yang akan jatuh pada 21 Februari 2026, 14 pekerja sampah perempuan, ditambah satu laki-laki di antara mereka, terlihat sibuk melakukan pekerjaan masing-masing saat Lifestyle Liputan6.com datang ke Recycle Me Zone di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat sore, 13 Februari 2026.

Dua di antara mereka sedang mengumpulkan telur di kandang ayam petelur, lima lainnya tampak memberi pakan sekitar 1.000 ikan nila di empat kolam, sementara sisanya mengurusi maggot yang dikembangbiakkan untuk dijual maupun jadi pakan ternak.

Kelimabelasnya merupakan para pekerja sektor informal persampahan yang dibina melalui program Recycle Me Zone oleh Mahija Parahita Nusantara X Coca-Cola Indonesia dalam rangka HPSN 2026. Berbeda dari inisiasi-inisiasi sebelumnya yang menyorot daur ulang botol PET, program yang berjalan pada Oktober 2025─Maret 2026 ini fokus pada penanganan sampah organik.

Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia berkolaborasi dalam program "Recycle Me Zone" untuk Hari Peduli Sampah Nasional 2026 di Jakarta, 13 Februari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

"Sampah organik banyak, makanya dipilih karena berpotensi menambahkan income para pekerja sampah," kata Senior Director Public Affairs, Communications, and Sustainability, PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, di Jakarta, Jumat.

Selama bertahun-tahun, para pekerja ini telah berperan dalam upaya daur ulang lokal, khususnya melalui pengumpulan botol plastik PET. Menyadari kebutuhan akan sumber penghasilan yang lebih beragam dan berkelanjutan, program ini membekali para peserta dengan keterampilan untuk mengelola berbagai jenis aliran sampah.

"Visi kami adalah memperkuat posisi pekerja dalam rantai pasok daur ulang melalui praktik yang bertanggung jawab, perlindungan, dan peningkatan kapasitas," sebut Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Ardhina Zaiza, di kesempatan yang sama.

Pengelolaan Sampah Organik

Ternak ayam petelur jadi salah satu implementasi program "Recycle Me Zone" Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia untuk Hari Peduli Sampah Nasional 2026, 13 Februari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Ardhina menambahkan, "Dengan mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi kompos dan pakan ternak alternatif yang diproduksi secara lokal dari limbah organik, mereka tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, namun juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi rumah tangga dan penghidupan mereka."

Koordinator Lapangan Recycle Me Zone, Endang Mintarja, mengatakan bahwa para pekerja di sana bisa mengolah 20–30 kg per hari sampah organik. "Selain dari rumah ke rumah, kami juga bekerja sama dengan dua dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di dekat sini (sebagai sumber sampah organik yang akan diolah)," sebut dia.

Pengembangbiakkan maggot jadi salah satu implementasi program "Recycle Me Zone" Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia untuk Hari Peduli Sampah Nasional 2026, 13 Februari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Sampah organik itu akan jadi sumber makanan maggot yang kemudian akan dikembangbiakkan untuk dijual maupun jadi pakan ternak, dalam hal ini ayam petelur di sana. "Kebanyakan yang beli maggot memang untuk makan ternak juga," ia menambahkan.

Mendapat Tambahan Penghasilan

Tambak ikan nila jadi salah satu implementasi program "Recycle Me Zone" Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia untuk Hari Peduli Sampah Nasional 2026, 13 Februari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Sementara itu, ikan nila mereka telah dijual ke warteg-warteg sekitar. "Pesanannya 1–2 kg per warteg," ucap Endang. "Mereka bahkan rela PO (pre-order) karena kami memang menjual di bawah harga pasaran."

Demikian pula dengan telur dan ayam. Masyarakat sekitar turut membelinya karena harga yang relatif lebih murah. Sejak program berlangsung, para pekerja sektor informal persampahan ini mengaku telah mendapat tambahan pendapatan rata-rata Rp 150 ribu per orang.

Kendati program ini akan berakhir bulan depan, Ardhina mengatakan, pihaknya akan terus melakukan monitoring hingga setidaknya setahun ke depan. "Ilmu yang sudah didapat apa masih diterapkan, jangan sampai mereka lupa, meninggalkan, karena ini juga meningkatkan income mereka," sebut dia.

Dukungan Komunitas Selama Ramadan

Jumpa pers kolaborasi Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 2026 di Jakarta, 13 Februari 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Mahija dan Coca-Cola Indonesia juga memberi dukungan pada masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal selama Ramadan. Inisiatif ini mencakup penyaluran Paket Ramadan yang berisi bahan makanan pokok untuk membantu keluarga selama masa berpuasa.

Selain itu, akan diselenggarakan pula kegiatan Buka Puasa Bersama guna menumbuhkan kebersamaan, serta mempererat ikatan antara para pejuang daur ulang dan komunitas sekitarnya. "Ramadan merupakan momen penting bagi penguatan kebersamaan di Indonesia. Kami ingin para pejuang daur ulang merasakan solidaritas dan apresiasi dari komunitas yang mereka layani," tambah Triyono.

Program Ramadan Berbagi akan menyalurkan total 1.100 paket kebutuhan pokok dan 3.300 paket makanan yang dibagikan setiap Jumat selama Ramadan di 36 titik lokasi penerima manfaat di sekitar Collection Center dan Collection Partner yang bekerja sama dengan Mahija. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya