Prabowo Targetkan Swasembada Pangan Dapat Tercapai dalam 3 Tahun

Presiden Prabowo menuturkan, pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada petani untuk meningkatkan hasil produksi.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 08 Februari 2026, 12:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Negara/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah bergerak cepat sejak awal masa kepemimpinannya untuk memastikan kebutuhan dasar sektor pertanian terpenuhi.  Salah satu langkah yang disorot adalah perbaikan distribusi pupuk agar lebih merata dan mudah dijangkau petani. Seiring hal itu diharapkan swasembada pangan dapat tercapai.

Ia menyebut pemerintah telah berhasil menjamin ketersediaan pupuk hingga ke berbagai daerah dengan harga yang lebih terjangkau. 

"Saya sudah buktikan Pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup da dengan harga yang kita turunkan,” kata Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU, disiarkan virtual di Youtube Sekretariat Negara, Minggu (8/2/2026).

Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus meringankan beban petani. Menurut Presiden, upaya tersebut menjadi bukti bahwa ketika tata kelola diperbaiki, kebutuhan vital masyarakat dapat dipenuhi dengan lebih adil. 

Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan petani mendapat dukungan yang cukup untuk meningkatkan hasil produksi.

Cadangan Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selain pupuk, pemerintah juga mengklaim capaian besar dalam penguatan stok pangan nasional. Prabowo menyatakan cadangan beras di gudang pemerintah saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Ia menyebut sejak 31 Desember 2025, kondisi cadangan beras nasional berada pada posisi yang sangat kuat. Hal ini disebut sebagai hasil dari kebijakan yang fokus pada penguatan produksi dan pengelolaan stok pangan. Presiden menilai capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan nasional.

"Pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah republik Indonesia. Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras,” ujarnya.

 

 

 

Menuju Swasembada Pangan Nasional

Presiden Prabowo Subianto saat acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (Foto: tangkapan layar/Tira Santia)

Prabowo juga menegaskan, Indonesia telah mencapai swasembada beras dan menargetkan swasembada jagung dalam waktu dekat. Ia optimistis dalam tiga tahun ke depan, Indonesia dapat mencapai swasembada pangan secara menyeluruh.

“Dan insyaallah sebentar lagi swasembada jagung. dan insyaallah dalam 3 tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujarnya.

Menurut dia, kemandirian pangan merupakan kunci utama untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Dengan produksi yang kuat dan pasokan yang stabil, pemerintah berharap dapat menekan ketergantungan pada impor.

 

 

Dana Riset Kampus Ditambah Rp 4 Triliun, Prabowo Minta Fokus Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto saat acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Negara/Tira Santia)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi dana riset dan inovasi sebesar Rp 4 triliun untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga, total dana riset dan inovasi yang diberikan Prabowo sebesar Rp 12 triliun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat mengumpulkan para akademisi yang terdiri dari, rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menurut dia, dana riset di perguruan tinggi sebesar Rp 8 triliun atau setara dengam 0,34 persen dari total APBN 2026. Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo berharap tambahan alokasi dana sebesar Rp 4 triliun dapat memperkuat riset untuk seluruh perguruan tinggi.

"Harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi)," ujarnya.

Prasetyo menuturkan Prabowo meminta agar riset-riset diprioritaskan untuk mengejar swasembada pangan dan swasembada energi. Kemudian, untuk mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi.

"Beliau memberikan penekanan bahwa riset-riset tersebut diutamakan untuk, yang pertama mengejar swasembada pangan. Kemudian mengejar swasembada energi," tutur Prasetyo.

"Yang ketiga, mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran yang tentunya membutuhkan sumber daya-sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," ia menambahkan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya