Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang sebesar 5,39 persen.
"Apabila kita lihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan IV 2025, maka industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan 1,10 persen basis poin," kata Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).
Advertisement
Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh lapangan usaha perdagangan yang memberikan sumber pertumbuhan 0,79 persen, informasi dan komunikasi yang memberikan sumber pertumbuhan 0,55 persen, serta pertanian sumber pertumbuhannya 0,51 persen.
Lebih lanjut, Amalia menyampaikan pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran. Pada triwulan IV 2025 secara year on year seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sebesar 53,63 persen, dan konsumsi rumah tangga ini tumbuh 5,11 persen pada triwulan IV 2025.
"Komponen berikutnya adalah investasi PMTB dengan kontribusi sebesar 30,02 persen dan pertumbuhannya 6,12 persen pada triwulan IV 2025," ujarnya.
Sumber pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025
Jika dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan IV 2025, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 2,68 persen.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,96 persen, dan konsumsi pemerintah dengan sumber pertumbuhan 0,43 persen.
Pertumbuhan ekonomi Menurut Lapangan Usaha
BPS mencatat dari sisi lapangan usaha pada triwulan IV 2025 secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan.
Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi bsar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
"Dimana total share kelima usaha ini mencakup sebesar 63,09 persen PDB," pungkasnya.