Liputan6.com, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif/Kementerian Ekonomi Kreatif mengajak peran perguruan tinggi untuk penguatan Intelektual Properti (IPl) atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada produk dari ekonomi kreatif karya mahasiswanya.
"Sebenarnya kalau produk dari ekonomi kreatif ini berbeda dengan UMKM, untuk produk ekonomi kreatif arahnya lebih ke penguatan Intelektual Properti atau IP, hak atas merknya,"ungkap Direktur Kriya pada Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Neli Yana pada acara UIC creative showcase yang digelar USG Education di Serpong, Selasa (3/2/2026).
Advertisement
Menurut dia, apa yang sudah dihasilkan atas produknya, tidak berhenti di hari itu saja, melainkan akan berkesinambungan atau berkembang. Sehingga di sanalah letak nilai tambah dari ekonomi kreatif itu, menciptakan sesuatu yang baru, menginspirasi untuk kemudian disebarluaskan demi keberlangsungan ekonomi dalam negeri.
Menurut dia, langkah ini dilakukan agar kekayaan budaya daerah dapat diolah secara kreatif oleh generasi muda menjadi produk, gagasan, dan model bisnis yang relevan dengan pasar, tanpa kehilangan nilai dan identitas budayanya.
“Bagi kami, warisan budaya adalah modal strategis ekonomi kreatif yang harus terus dihidupkan, bukan hanya dilestarikan, termasuk melalui kolaborasi seperti UIC Creative Showcase,"ujarnya.
Untuk saat ini keadaannya, masih ada gap atau jarak antara produk daerah dengan produk kota. Untuk itu, pihaknya terus berusaha melakukan kampanye untuk rebranding, repacking, dan mengembangkan ekosistem di daerah tersebut.
"Sehingga beberapa produk pun bisa mengembang hingga go global," kata dia.
Keterlibatan talenta muda sebagai jembatan antara tradisi dan cara komunikasi yang dekat dengan generasi hari ini merupakan satu hal penting. Karena ketika anak muda ikut terlibat, heritage tidak berhenti sebagai simbol.
"Talenta muda menjadi inspirasi karya, inovasi, dan peluang yang menguatkan ekosistem kriya dan ekonomi kreatif Lampung secara berkelanjutan," katanya.
Program Tahunan
Sementara, COO USG Education Ariyani Mawardi mengatakan, UIC Creative Showcase 2026 adalah program tahunan yang kolaborasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, dengan dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Mengusung payung pesan “Advancing Lampung’s Heritage and Its Living Treasure”, showcase ini menempatkan warisan budaya bukan sebagai artefak masa lalu, melainkan warisan yang hidup, yang dapat diolah menjadi nilai tambah ekonomi melalui produk, desain, strategi, kampanye, hingga pengalaman kreatif.
"Showcase ini merupakan puncak rangkaian program yang diawali melalui Study Week ke Lampung pada tanggal 22–25 November 2025. Dalam fase tersebut, para siswa melakukan riset lapangan untuk memahami akar budaya, konteks sosial, serta potensi kriya dan UMKM lokal melalui Dekranasda Provinsi Lampung,"tuturnya.
Hasil riset kemudian diterjemahkan menjadi karya lintas disiplin yang dipresentasikan kepada publik, mitra, dan pemangku kepentingan pada puncak acara ini.