Trump Ancam Gugat Host Grammy Awards 2026 Buntut Lelucon Terkait Epstein

Lelucon apa yang dilontarkan Noah hingga membuat Trump berang? Berikut selengkapnya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 Februari 2026, 15:25 WIB
Pembawa acara Trevor Noah berbicara saat Grammy Awards ke-68 yang digelar pada Minggu, (1/2/2026) di Los Angeles, Amerika Serikat. Candaannya memicu emosi Donald Trump. (Dok. AP/Chris Pizzello)

Liputan6.com, Washington, DC - Pembawa acara atau host Grammy Awards, Trevor Noah, dilaporkan mendapat ancaman tindakan hukum dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah melontarkan lelucon yang menyinggung hubungan Trump dengan mendiang profesional bidang keuangan sekaligus pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, dalam acara penghargaan musik tersebut pada Minggu (1/2/2026) malam.

Ancaman tersebut muncul setelah Noah melontarkan lelucon saat mengumumkan pemenang kategori "Song of the Year". Ia menyebut penghargaan itu sebagai Grammy yang diinginkan setiap artis—hampir sebesar keinginan Trump terhadap Greenland, yang menurutnya masuk akal karena Pulau Epstein sudah tidak ada, sehingga ia membutuhkan pulau baru untuk berkumpul bersama Bill Clinton.

Nama Trump dan Bill Clinton sama-sama muncul beberapa kali dalam kumpulan dokumen yang dikenal sebagai Epstein files. Dokumen tersebut memuat rincian pesta-pesta di pulau pribadi Epstein di kawasan Karibia, tempat terjadinya pelecehan seksual terhadap anak-anak. Trump dan Clinton diketahui pernah berteman dengan Epstein, namun keduanya secara konsisten membantah keterlibatan, pengetahuan atau perbuatan melanggar hukum apa pun terkait kejahatan seksual Epstein.

Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut Noah sebagai "MC yang menyedihkan, menyebalkan, dan tidak berbakat." Dalam unggahan tersebut, Trump mengatakan dirinya akan "bersenang-senang" dan akan menginstruksikan para pengacaranya untuk "menuntutnya dengan bayaran besar."

"Noah mengatakan, SECARA KELIRU tentang saya, bahwa Donald Trump dan Bill Clinton menghabiskan waktu di Pulau Epstein. SALAH!!!" tulis Trump.

"Saya tidak bisa berbicara atas nama Bill, tetapi saya tidak pernah pergi ke Pulau Epstein, bahkan tidak pernah mendekatinya. Hingga pernyataan palsu dan mencemarkan nama baik malam ini muncul, saya juga tidak pernah dituduh berada di sana, termasuk oleh Media Palsu."

"Noah, seorang pecundang total, sebaiknya segera meluruskan fakta-faktanya."

 

 

Suara-suara Menentang Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert)

Suasana Grammy Awards tahun ini terlihat kuat menentang Trump dan pemerintahannya. Sejumlah artis mengenakan pin anti-ICE (Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS), sementara beberapa pemenang penghargaan secara terbuka mengkritik sentimen anti-imigran Trump di Minnesota dan wilayah lain.

Billie Eilish, yang menerima penghargaan untuk lagunya Wildflower—yang menjadi pemicu lelucon Noah—mengatakan, "Tidak ada manusia ilegal di atas tanah curian. Sangat sulit untuk tahu harus mengatakan atau melakukan apa sekarang … kita perlu terus berjuang, bersuara, dan melakukan protes."

Olivia Dean, pemenang kategori "Best New Artist" yang neneknya bermigrasi dari Guyana ke Inggris, menyampaikan, "Saya berdiri di sini sebagai cucu seorang imigran. Saya adalah hasil dari keberanian, dan saya pikir orang-orang seperti itu pantas dirayakan."

Sementara itu, Bad Bunny, penyanyi asal Puerto Riko yang memenangkan tiga penghargaan, mengungkapkan, "Sebelum saya mengucap terima kasih kepada Tuhan, saya akan mengatakan ICE keluar. Kami bukan liar, bukan hewan, bukan alien—kami manusia dan kami orang AS."

Para komedian televisi, khususnya pembawa acara larut malam seperti Stephen Colbert dan Jimmy Kimmel, selama ini menjadi sasaran kemarahan Trump pada masa jabatan keduanya karena kritik mereka terhadap presiden.

Acara "The Late Show" yang dipandu Colbert dijadwalkan menayangkan episode terakhirnya pada Mei mendatang setelah dibatalkan oleh CBS tahun lalu.Keputusan pembatalan tersebut diambil beberapa hari setelah Colbert mengkritik Paramount, perusahaan induk CBS, atas keputusannya menyelesaikan gugatan hukum dengan Trump senilai USD 16 juta. Namun, CBS menyatakan pembatalan itu tidak terkait dengan kritik tersebut.

Disney, sebagai pemilik ABC, sempat menskors "Jimmy Kimmel Live!" selama beberapa hari pada September lalu setelah Kimmel dianggap melontarkan pernyataan tidak sensitif menyusul pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk. Trump merayakan skors tersebut dan mendesak Federal Communications Commission (FCC) untuk mencabut izin siaran ABC. Namun, acara itu kembali tayang setelah muncul reaksi keras terkait kebebasan berbicara, termasuk dari kalangan Hollywood, serikat penyiaran, dan sejumlah tokoh Partai Republik.

Grammy Awards 2026 juga menandai kali terakhir acara penghargaan tersebut disiarkan oleh CBS. Para analis menyebut jaringan tersebut semakin condong ke kanan secara politik sejak penggabungan Paramount dengan Skydance Media tahun lalu. Editor-in-chief baru CBS, Bari Weiss, menghadapi sejumlah kontroversi selama tiga bulan pertamanya yang penuh gejolak.

Dalam unggahannya, Trump tampak merayakan berakhirnya kemitraan CBS dengan Grammy Awards.

Trump menyebut Grammy Awards sebagai acara yang sangat buruk dan hampir tidak bisa ditonton, serta mengatakan CBS beruntung karena tidak lagi menayangkan acara yang ia sebut sebagai "sampah". 

Noah, mantan pembawa acara "The Daily Show" yang telah memandu Grammy Awards selama enam tahun berturut-turut, juga menyebut bahwa tahun ini adalah terakhir kalinya ia menjadi pembawa acara.

"Saya sudah bilang ini tahun terakhir saya!" ujar Noah setelah reaksi penonton terhadap lelucon tentang Pulau Epstein. "Apa yang akan kalian lakukan?"

Sebagai catatan, pada 2008 di Florida, Jeffrey Epstein mengaku bersalah atas kasus tingkat negara bagian yang berkaitan dengan prostitusi dan permintaan prostitusi terhadap anak di bawah umur. Kasus tersebut terpisah dari perkara tingkat federal yang menjeratnya pada 2019 di New York, ketika ia ditahan sambil menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Pihak berwenang menyatakan Epstein meninggal dunia akibat bunuh diri pada tahun yang sama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya