IHSG Kembali Terbakar di Awal Perdagangan 3 Februari 2026

IHSG dibuka anjlok ke level 7.888 pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Tertekan penurunan sektor cyclical hingga 3,29%.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 03 Februari 2026, 09:25 WIB
Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan yang dalam pada perdagangan hari ini. IHSG dibuka anjlok pada perdagangan saham Selasa, (3/2/2026).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun ke posisi 7.888,77, dibanding penutupan sebelumnya di angka 7.922,73

Pada pukul 09.18 WIB, IHSG masih terbakar. IHSG turun 0,76 persen atau 60 poin ke posisi 7.853,17. Indeks saham LQ45 juga merosot 0,43% ke posisi 802,672. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.919,67 dan level terendah 7.712,34.

Sebanyak 296 saham tertekan sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sebanyak 284 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 515.768 kali dengan volume perdagangan saham 11,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.757.

Sebagian sektor saham tertekan. Sektor saham cyclical turun paling dalam yaitu 3,29%. Sektor saham infrastruktur menyusul dengan melemah 1,84%.

Sektor kesehatan mampu bertahan dengan naik 1,25 dan disusul sektor saham teknologi dengan menguat 0,83%.

IHSG Berpotensi Menguat

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (3/2/2026). Namun, IHSG hari ini ada peluang penguatan di 8.128-8.527. Lalu bagaimana dengan strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 4,88% ke 7.922 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Senin, 2 Februari 2026.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.654,7.481 dan level resistance 8.094-8.318.

Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi untuk technical rebound dan potensi test resistance kuat di 8.050.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.780-7.850 dan level resistance 8.000.8.050.

Rekomendasi Saham

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Timah Tbk (TINS), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya