IHSG Anjlok 4,88%, 720 Saham Merosot

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada awal pekan ini, Senin, (2/2/2026). Berikut sentimennya.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 Februari 2026, 16:51 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan perdagangan saham Senin, (2/2/2026). Namun, tekanan IHSG berkurang meski sudah meninggalkan posisi 8.000 dan seluruh sektor saham memerah.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan perdagangan saham Senin, (2/2/2026). Namun, tekanan IHSG hari ini berkurang meski sudah meninggalkan posisi 8.000 dan seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG turun 4,88% ke posisi 7.922,73. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,27% ke posisi 806,24. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.313,05 dan level terendah 7.820,22. Sebanyak 720 saham memerah sehingga bebani IHSG. 58 saham menguat dan 36 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.948.948 kali dengan volume perdagangan saahm 50 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.785.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham basic terpangkas 10,74%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 7,66%, sektor saham industri melemah 5,88%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,73%, sektor saham consumer siklikal melemah 7,67%.

Lalu sektor saham kesehatan terpangkas 1,28%, sektor saham keuangan turun 2,33%, sektor saham properti melemah 6,27%, sektor saham teknologi merosot 6,04%, sektor saham infrastruktur turun 6,06%, dan sektor saham transportasi tergelincir 6,18%.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, koreksi IHSG 4% hari ini dipengaruhi kombinasi tekanan sentimen global dan faktor domestik.

Ia menuturkan, dari global, arus dana asing yang cenderung keluar dari emerging market. "Dari domestik, pelemahan diperkuat oleh lanjutan respons pasar terhadap isu MSCI, efek pengunduran diri petinggi BEI dan OJK, serta efek psikologis pasca beberapa kali trading halt,” ujar dia seperti dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, tekanan jual juga terkonsentrasi pada saham-saham big cap yang memiliki bobot besar di indeks, sehingga penurunannya terasa lebih dalam.

Secara keseluruhan,  Reydi mengatakan, pelemahan ini lebih mencerminkan shock sentimen dan penyesuaian jangka pendek, bukan perubahan fundamental ekonomi.

Gerak Saham

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,9% ke level 5.996,14. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Harga saham TOWR naik 0,95% ke posisi Rp 530 per saham. Harga saham TOWR dibuka stagnan di posisi Rp 525 per saham. Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 535 dan dan level terendah Rp 510 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.655 kali dengan volume perdagangan saham 626.788 saham. Nilai transaksi Rp 32,7 miliar.

Harga saham MLPL ditutup turun 10,83% ke posisi Rp 107 per saham. Saham MLPL ditutup naik tiga poin ke posisi Rp 123 per saham. Harga saham MLPL berada di level tertinggi Rp 123 dan level terendah Rp 102 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.012 kali dengan volume perdagangan saham 2.302.793 saham. Nilai transaksi Rp 24,5 miliar.

Harga saham ISAT ditutup melemah 0,45% ke posisi Rp 2.220 per saham. Saham ISAT dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 2.250 per saham. Harga saham ISAT berada di level tertinggi Rp 2.260 dan level terendah Rp 2.130 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.542 kali dengan volume perdagangan saham 243.057 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 53,1 miliar.

Top Gainers-Losers

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham INTD melonjak 24,80%
  • Saham SOHO melonjak 24,79%
  • Saham  SWID melonjak 17.95%
  • Saham EDGE melonjak 12,55%
  • Saham NICK melonjak 10,55%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MBMA merosot 15%
  • Saham NSSS merosot 15%
  • Saham VKTR merosot 15%
  • Saham CUAN merosot 15%
  • Saham GTSI merosot 15%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 2,8 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 2,5 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,4 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,3 triliun

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 205.310 kali
  • Saham ANTM tercatat 110.363 kali
  • Saham ZATA tercatat 93.966 kali
  • Saham BBCA tercatat 81.012 kali
  • Saham BMRI tercatat 64.733 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia Pasifik cenderung melemah pada awal pekan ini. Indeks Kospi di Korea Selatan mencatat penurunan terbesar di bursa saham Asia Pasifik dan menyebabkan trading halt.Demikian mengutip CNBC, Senin pekan ini.

Indeks Kospi turun lebih dari 5% menjadi 4.949,67. Indeks Kosdaq tergelincir 4,44%. Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 1,25% menjadi 52.655,18. Indeks Topix terpangkas 0,85% menjadi 3.536,13. Indeks Hang Seng di Hong Kong merosot 2,32%. Indeks CSI 300 melemah 2,13% menjadi 4.605,98.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya