Perampokan di Jalanan Ramai Ibu Kota Jepang, Pelaku Gasak Uang Tunai Rp45,7 Miliar

Perampokan tergolong jarang terjadi di Tokyo, sebuah kota besar yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 30 Januari 2026, 20:59 WIB
Ilustrasi Perampokan. (Ricarda Mölck/Pixabay)

Liputan6.com, Tokyo - Dua kasus kriminal terjadi di Tokyo dalam waktu berdekatan, masing-masing perampokan di Distrik Taito dan penyerangan di Bandara Haneda. Aparat tengah menyelidiki kemungkinan bahwa kedua kejadian saling terkait, mengingat zat mirip semprotan merica digunakan dalam kedua insiden.

Kepolisian Metropolitan Tokyo menyebutkan bahwa tiga pelaku menggunakan zat mirip semprotan merica dan merampok koper berisi uang tunai sebesar 420 juta yen atau sekitar Rp45,7 miliar dari lima orang korban di sebuah jalan yang ramai di Distrik Taito pada Kamis (29/1/2026) malam. Demikian seperti dikutip dari laporan NHK.

Sumber penyelidikan mengatakan bahwa para korban menyampaikan kepada polisi bahwa uang itu akan dikirim ke Hong Kong dan sedang dimasukkan ke dalam sebuah mobil saat perampokan berlangsung.

Para korban menuturkan bahwa mereka disemprot zat diduga semprotan merica oleh tiga penyerang, yang kemudian melarikan diri membawa koper-koper berisi uang tunai. Kelima korban berusia antara 20 hingga 40 tahun dan terdiri dari warga negara China dan Jepang.

Polisi menyatakan bahwa belum ada penangkapan yang dilakukan hingga saat ini. Salah satu tersangka diduga merupakan seorang pria dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, mengenakan kupluk rajut hitam, jaket, dan celana hitam.

Usai perampokan, sebuah mobil menabrak seorang pria sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, menyebabkan korban mengalami luka ringan. Polisi kemudian menemukan sebuah kendaraan mini berwarna biru yang ditinggalkan di dekat lokasi tabrak lari tersebut dan menduga bahwa tiga pelaku menabrak pria itu saat melarikan diri, sebelum berganti kendaraan.

Modus Operandi Serupa di Bandara Haneda

Ilustrasi Yen (Foto: Jun Rong Loo/Unsplash)

Polisi menyatakan bahwa sekitar dua setengah jam setelah insiden pertama, seorang pria berusia 50-an tahun diserang pada Jumat (30/1) dini hari di dekat kendaraannya di area parkir yang bersebelahan dengan Terminal 3 Bandara Haneda.

Pria tersebut mengatakan kepada polisi bahwa ia membawa uang tunai sekitar 190 juta yen atau sekitar Rp20,6 miliar di dalam kendaraannya. Ia juga menuturkan bahwa dirinya diserang menggunakan zat mirip semprotan merica oleh seorang pria dari dalam mobil berwarna putih. 

Polisi mengatakan bahwa terdapat tiga pria di dalam mobil putih tersebut, yang kemudian langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Dalam insiden ini, uang tunai korban tidak dicuri.

Karena kedua insiden melibatkan tiga pelaku dan penggunaan zat mirip semprotan merica, polisi menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua kejadian tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya