Banjir Rob Mengancam Pesisir Jakarta, Sejumlah Wilayah Ini Berpotensi Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta warga yang tinggal di pesisir Pantai Utara Jakarta meningkatkan kewaspadaam terhadap potensi banjir rob.

oleh Meila Alfauzi SukmawanDiterbitkan 28 Januari 2026, 20:00 WIB
Namun, kali ini, Banjir rob di kawasan Muara Baru Jakarta diperparah dengan kebocoran dan rembesan pada tanggul laut di beberapa titik di Muara Baru, yang disebabkan oleh usia tanggul yang sudah tua dan korosi. Tampak dalam foto, seorang pria dengan pancingnya berjalan di atas tanggul laut raksasa yang dibangun untuk mencegah banjir di pesisir utara, seperti terlihat di Muara Baru, Jakarta pada Sabtu 6 Desember 2025. (ADITYA IRAWAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji pada Rabu (28/1) memperingatkan warga yang bermukim di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk waspada terhadap potensi banjir pesisir atau rob hingga 3 Februari 2026. Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul fenomena pasang maksimum air laut.

"Warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai utara Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 27 Januari hingga 3 Februari 2026," kata Isnawa, melansir Antara, Rabu (28/01/2026).

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, fenomena itu dipicu oleh adanya fase bulan purnama yang bertepatan dengan kondisi perigee, yakni saat posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir dan menyebabkan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta.

Isnawa menjelaskan, puncak pasang maksimum air laut diperkirakan terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 05.00 hingga 11.00 WIB.

"Fenomena pasang maksimum ini berpotensi memicu peningkatan tinggi muka air laut, sehingga masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan," ujarnya.

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, antara lain meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu.

BPBD menjelaskan durasi pasang air laut diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari berturut-turut dan ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca serta dinamika air laut yang dapat berubah dengan cepat.

Kesiapsiagaan BPBD dan Imbauan Kepada Masyarakat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat peluncuran 11 fitur baru aplikasi JAKI. (Dok. Pemprov Jakarta)

Isnawa meminta masyarakat agar menghindari aktivitas di kawasan pesisir yang berisiko terdampak banjir rob, terutama saat puncak pasang. Warga juga harus memastikan sistem drainase di sekitar rumah  tetap berfungsi guna mencegah terjadinya genangan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai upaya kesiapsiagaan guna menghadapi potensi banjir rob. Salah satunya menyiadakan layanan pemantauan informasi resmi melalui kanal digital pemerintah di antaranya laman Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id yang menampilkan kondisi secara real-time.

"Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan," tutup Isnawa.

Infografis Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya