Polisi Imbau Publik Jaga Empati, Tak Sebar Foto dan Asumsi Liar soal Kematian Lula Lahfah

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto maupun membuat asumsi liar atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 25 Januari 2026, 19:17 WIB
Lula Lahfah. (Instagram/ Lula Lahfah)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto maupun membuat asumsi liar atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto meminta masyarakat berempati dan menghormati duka keluarga almarhumah.

Menurut dia, menyebar foto jenazah, data pribadi, hingga berspekulasi di media sosial hanya memperkeruh suasana.

"Kami juga mengimbau untuk kita menjaga empati keluarga almarhum atas kejadian ini," kata dia dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Budi mengingatkan masyarakat agar bijak bermedia sosial. Doa dan penghormatan dinilai jauh lebih pantas dibanding menyebarkan konten sensitif dan berasumsi tanpa dasar.

"Empati atas duka cita yang terjadi, termasuk menyebarkan foto almarhum serta asumsi yang kurang baik. Alangkah baiknya kita mendoakan agar almarhumah tenang di alam sana," ucap dia.

Di sisi lain, penyelidikan kasus kematian Lula masih berjalan. Pihak kepolisian masih memeriksa saksi-saksi serta mendalami barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan luar.

"Saat ini, penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel masih mendalami sebab kematian, pemeriksaan saksi-saksi serta analisis barang bukti yang ada," ujar Budi.

Budi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap barang bukti untuk memastikan penyebab kematian. Hasil tersebut akan menjadi dasar penentuan arah penyelidikan dan akan disampaikan ke publik setelah lengkap.

"Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nant setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik," tandas Budi.

 

Ditemukan Meninggal di Apartemen

Lula Lahfah umrah. (dok. Instagram @lulalahfah/https://www.instagram.com/p/C-IJaEUtcCR/)

Sebelumnya, Lula Lahfah (26) ditemukan meninggal dunia di kamar Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban ditemukan di unit lantai 25 BN, Jumat 23 Januari 2026 sore.

Meninggalnya korban itu pertama kali diketahui setelah petugas keamanan apartemen menerima laporan sekitar pukul 18.44 WIB. Polisi datang ke lokasi melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP).

"Di temukan dalam posisi tidur terlentang berselimut dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek warna hitam," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026) kemarin.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ujar dia.

 

Dievakuasi ke RS Fatmawati

Murodih menjelaskan berdasar keterangan saksi. Korban berada sendirian di dalam kamar dalam kondisi pintu terkunci sejak siang hari, Jumat. Pembantu korban yang curiga lantaran Lula tidak memberi respons kemudian meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu.

"Setelah masuk beserta pihak Manajemen sekitar 4 orang, ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan / bergerak," ucap dia.

Dokter pribadi korban datang sekitar pukul 19.23 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Fatmawati sekitar pukul 21.20 WIB untuk keperluan visum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya