Pramono: Groundbreaking Giant Sea Wall Jakarta Ditargetkan September 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap untuk mengerjakan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai proyek strategis nasional untuk melindungi wilayah pesisir Jakarta dari ancaman banjir Rob.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 20 Januari 2026, 12:59 WIB
Pramono Cek Tanggul Pengaman Pesisir Pantai (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap untuk mengerjakan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai proyek strategis nasional untuk melindungi wilayah pesisir Jakarta dari ancaman banjir Rob.

"Rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini," kata dia di Jakarta Pusat, Senin (20/1/2026).

Pramono menjelaskan, awalnya Jakarta mendapatkan porsi pembangunan sepanjang 12 kilometer (km), namun kini penugasan itu bertambah menjadi 19 km setelah ada tambahan 7 km.

"Kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat. Karena dulu Jakarta ini kebagian 12 kilo. Tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 tambah 7 menjadi 19. Mau 12 mau 19 Jakarta akan mengerjakan," ungkap dia.

Pramono menekankan sambil menunggu dimulainya proyek Giant Sea Wall, Pemprov DKI saat ini tengah fokus menyelesaikan pembangunan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) lainnya, khususnya tanggul-tanggul pantai di wilayah pesisir utara Jakarta.

"Sekarang yang sedang kita bangun yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta sendiri adalah NCICD yang tanggul-tanggul yang apa di pantai-pantai yang ada di utara yang dulu kemarin sempat heboh ketika Pak Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas maka sekarang ini kita menyelesaikan itu," jelas dia.

 

Fase Ancol Sudah Rampung

Pramono mengungkapkan, salah satu ruas penting yang telah rampung yakni fase Ancol.

Saat ini, Pemprov DKI tengah melanjutkan tahap beautifikasi agar infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tanggul, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ruang publik.

"Kemarin yang di ruas atau fase Ancol Alhamdulillah sudah diselesaikan dan sekarang sedang kita lakukan beautifikasi karena saya minta semua yang seperti itu jangan hanya berdiri tembok atau beton aja tetapi ada tamannya," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya