Cerita Penumpang Tertahan 20 Jam di Kereta Gara-Gara Banjir di Pekalongan

Azelia berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat menuju Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 17.40.

oleh SupriatinDiterbitkan 19 Januari 2026, 10:59 WIB
Azelia Trifiana (36) dan suaminya yang tertahan dalam kereta api imbas banjir di Pekalongan (Dokumentasi pribadi Azelia)

Liputan6.com, Jakarta - Azelia Trifiana (36) tak pernah menyangka perjalanan kereta api yang dia tempuh akan berubah menjadi pengalaman panjang. Bersama suami dan putranya, Azelia terpaksa menghabiskan waktu hingga 20 jam di dalam rangkaian kereta yang terhenti imbas banjir.

Azelia berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat menuju Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 17.40 WIB. Dia dan keluarga kecilnya menumpangi kereta Jayabaya. Berdasarkan jadwal, Azelia seharusnya sudah tiba di Malang keesokan harinya pukul 06.28 WIB.

Namun, pada Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, kereta yang ditumpangi Azelia berhenti berkali-kali. Mulai dari Larangan, Petarukan, hingga Comal. Petugas Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan bahwa kereta terpaksa dihentikan sementara karena genangan air di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Berhenti lama berjam-jam sambil sesekali ada pengumuman dari kondektur bahwa kereta belum bisa jalan," cerita Azelia melalui pesan elektronik kepada Liputan6.com, Senin (19/1/2026).

Untuk mengusir jenuh, banyak penumpang memilih turun dari kereta untuk sekadar menghirup udara segar atau mencari makan. Ada juga yang berbincang dengan petugas KAI dan penumpang lain.

"Bahkan para petugas KAI juga sampai pusing dengan situasinya," ucap dia.

Tertahan 20 Jam, Penumpang Tak Marah

Putra Azelia saat menikmati waktu setelah kereta tujuan Malang tertahan akibat banjir (Dokumentasi pribadi Azelia)

Sekitar 20 jam lamanya Azelia dan keluarganya tertahan di dalam kereta. Namun, alih-alih kesal atau marah, suasana justru terasa hangat dan penuh canda.

Tak ada tangisan, tak ada emosi meledak-ledak. Para penumpang memilih menikmati “jebakan” panjang di jalur rel sebagai pengalaman yang tak biasa.

"Justru dibawa fun aja. Kami jadi bisa kulineran tiap kali berhenti berjam-jam di stasiun. Kami sampai sempat makan ke Mie Bakso Wonogiri depan Stasiun Comal. Penumpang lain juga tenang tidak ada yang marah-marah. Mungkin karena memang ini force majeure ya jadi dijalani saja," kata Azelia.

Membawa anak berusia lima tahun dalam perjalanan yang molor berjam-jam tentu bukan perkara mudah. Tapi Azelia dan suaminya sepakat. Jangan panik, jangan tegang. Mereka sadar betul, suasana hati orang tua akan menular ke anak.

"Sebab pasti mood orang tua akan “nyetrum” ke anak-anak. Alhamdulillah anak-anak juga jadi santai dan bisa menikmati pengalaman kemarin, mereka sering main di stasiun dan kenalan sama anak-anak lain," cerita Azelia sambil tertawa.

Selama tertahan dalam kereta, Azelia dan penumpang lainnya mendapat cukup banyak kompensasi dari KAI. Mulai dari pemberian air mineral berkali-kali, snack, hingga makanan berat.

"Beberapa kali petugas juga meminta maaf," sambungnya.

Total, 32 jam dihabiskan Azelia untuk menempuh perjalanan Pasar Senen–Malang. Rute yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 12 jam. Azelia dan keluarganya baru tiba di Malang pada pukul 02.00 dini hari tadi.

"Berangkat Sabtu sampai Senin. Alhamdulillah pengalaman luar biasa yang nggak akan terlupakan," kata Azelia.

 

Banjir di Pekalongan

Banjir melanda Pekalongan, Jawa Tengah. Jalan hingga permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter. Rumah terendam dan aktivitas warga terganggu.

Bahkan, genangan air akibat banjir sudah mencapai batas kepala rel. Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, genangan di beberapa titik sudah mencapai 10 cm di atas rel.

"Jalur dinyatakan tidak aman dan berbahaya untuk dilewati," katanya.

Akibat kondisi tersebut, lanjut dia, jalur KA di Pantura Jawa Tengah tersebut ditutup sementara. Dia menyebutkan sejumlah perjalanan KA dihentikan sementara akibat jalur yang terputus itu.

Beberapa perjalanan KA yang terganggu akibat rel yang tergenang itu antara lain KA Jayabaya, KA Harina, KA Argo Anjasmoro, KA Tawangjaya Premium dan KA Blambangan Ekspres, KA Kertajaya, dan KA Dharmawangsa.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya