Harga Perak Antam Hari Ini 15 Januari 2025 Melesat Rp 2.800

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 2.800 pada perdagangan Kamis, (15/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Januari 2026, 10:49 WIB
Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat signifikan pada perdagangan Kamis, (15/1/2026). (Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, kembali menguat mengikuti harga perak dunia. Pada perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026), harga perak Antam lebih mahal Rp 2.800. Kenaikan ini mendorong harga perak menjadi Rp 57.700. Sebelumnya, harga perak berada di level Rp 54.900 per gram pada Rabu, 14 Januari 2026.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyediakan berbagai pilihan perak batangan yang dapat menjadi alternatif investasi. Produk-produk ini diproduksi dengan akurasi tinggi dan kemurnian terjamin, menjadikannya pilihan menarik bagi investor. Antam menjual perak batangan ukuran 250 gram dan 500 gram. Pada Kamis, 15 Januari 2026, harga perak batangan dipatok Rp 13.314.000.

Penting untuk dicatat harga-harga tersebut dapat bervariasi dan pembeli perlu memperhatikan apakah harga yang tertera sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% atau belum. Informasi detail mengenai harga dasar dan harga termasuk PPN dapat diakses melalui laman resmi Logam Mulia Antam.

Harga Perak Dunia

Harga emas dan perak menguat pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi baru.

Para pelaku pasar optimistis terhadap perak yang berpotensi ke USD 100 per ounce.

Risiko tetap tinggi di pasar pada pertengahan pekan ini di tengah lingkungan geopolitik yang aktif, termasuk gejolak di China dan pendekatan agresif Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland setelah menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Harga emas untuk kontrak Februari di kisaran USD 26 menjadi USD 4.626,90. Harga perak untuk kontrak Maret naik USD 5,392 menjadi USD 91,70.

 

Data Ekonomi AS

Seorang wanita berjalan ke konter tiket Southwest di Bandara Internasional Los Angeles, Los Angeles, Amerika Serikat, 19 Desember 2022. Liburan Natal dan Tahun Baru bagi sebagian warga Amerika Serikat dan Eropa tahun ini menghadirkan kekhawatiran karena tekanan ekonomi. (AP Photo/Jae C. Hong)

Dalam data ekonomi AS hari ini, harga produsen naik 0,2% bulan ke bulan pada November, meningkat dari kenaikan 0,1% pada Oktober dan sesuai dengan ekspektasi pasar, menurut data yang tertunda dari Biro Statistik Tenaga Kerja.

Sementara itu, PPI inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, tidak berubah pada bulan tersebut, melambat tajam dari kenaikan 0,3% pada Oktober dan di bawah perkiraan konsensus sebesar 0,2%.

Secara tahunan, inflasi produsen utama naik menjadi 3,0% dari 2,8%, melampaui ekspektasi sebesar 2,7%. Inflasi produsen inti juga sedikit meningkat menjadi 3,0% dari 2,9%, juga di atas perkiraan sebesar 2,7%.

Penjualan ritel AS naik 0,6% secara bulanan pada bulan November, kenaikan terbesar sejak Juli, pulih dari penurunan 0,1% yang direvisi pada bulan Oktober dan melampaui perkiraan kenaikan 0,4%. Kenaikan ini didorong oleh pemulihan penjualan mobil, setelah perlambatan yang disebabkan oleh berakhirnya insentif pajak federal untuk kendaraan listrik, dan oleh belanja liburan yang kuat.

Pasar luar negeri utama hari ini menunjukkan indeks dolar AS turun. Harga minyak mentah sedikit lebih tinggi dan diperdagangkan sekitar $61,50 per barel. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun acuan saat ini sekitar 4,15%.

 

Prediksi Harga Perak

(Ilustrasi perak-silver by AI)

“Kami mengantisipasi beberapa volatilitas, tetapi saya melihat harga perak di USD 100 tidak berbeda dengan di USD90. Perkiraan jangka pendek kami adalah antara USD 100 hingga USD 144,” kata COO Allegiance Gold, Alex Ebkarian dikutip dari CNBC.

 Ia menambahkan, logam kemungkinan akan mempertahankan tren kenaikannya sepanjang kuartal pertama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya