Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertagas Dukung Pembangunan Proyek dari Pipa Gas Senipah-Balikpapan

PT Pertamina Gas mendukung operasional RDMP Balikpapan melalui penyaluran gas dari pipa Senipah-Balikpapan guna meningkatkan efisiensi kilang serta memperkuat ketahanan energi nasional.

oleh Ahmad KhuzaifiDiterbitkan 15 Januari 2026, 10:45 WIB
Kilang Pertamina Internasional.

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Gas (Partagas) mendukung kelancaran dari operasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dari sudut suplai gas, melalui pembangunan proyek dari pipa gas Senipah-Balikpapan yang menjadi sebagian dari infrastruktur terintegrasi RMDP.

Dalam penjelasannya, Direktur Utama Pertamina Gas Indra P. Sembiring mengatakan, pipa gas Senipah-Balikpapan tersebut telah beroprasi sejak 31 Desember 2023.

Hal tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang perannya penitng dalam mendukung tingkatan kapasitas pengolahan dan produksi Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan RU V.

"Pipa gas Senipah–Balikpapan merupakan bagian dari infrastruktur terintegrasi di Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo. Melalui infrastruktur gas ini, Pertagas sebagai pengelola, mendukung penuh keandalan operasional RU V dan Kilang Pertamina Balikpapan untuk memperkuat suplai energi nasional secara berkelanjutan," ujar Indra. Dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).

Interkoneksi pipa gas Senipah-Balikpapan untuk sepanjang lebih kurang 78 kilometer dibandung untuk menyalurkan gas bumi di wilayah hulu, yaitu K3S di Senipah, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dengan tujuannya ke kilang Balikpapan dengan kapasitas untuk penyalurannya mencapai 125 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Optimalisasi dilakuakn pada penyaluran gas tersebut menjadi sebuah elemen penting dalam menjaga kontinuitas efisiensi operasional RMDP Balikpapan.

Komitmen Energi Bersih serta Optimalisasi Industri Lokal

PT Pertamina Gas (Pertagas) berperan dalam mendukung kelancaran operasional RDMP Balikpapan dari sisi suplai gas. Dok Pertamina

Indra mengatakan, suplai gas yang andal melalui jaringan pipa ini akan memastikan operasional RDMP Balikpapan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi, sekaligus mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

"Pembangunan pada pipa gas Senipah-Balikpapan lalu juga mengutamakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 51 persen sehingga ikut berkontribusi dalam mendorong pengembangan industri dalam negeri," ucap dia.

Menurut Indra, Pertagas berkomitmen untuk selalu berperan aktif dalam penguatan ketahanan energi nasional, melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi yang andal.

Tak hanya itu Pertagas juga mendukung keberlanjutan operasional kilang dan pertumbuhan dari ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut terkait dengan peresmian proyek RDMP atau revitalisasi Kilang Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Peningkatan Kapasitas Kilang Demi Wujudkan Swasembada Energi

Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan (dok: KPB)

Proyeksi dari RDMP  Balikpapan tersebut memiliki nilai investasi mecapai 7,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp124,79 triliun (kurs Rp16.864). Melalui pembangunan RDMP tersebut juga kapasitas untuk produksi BBM meningkat.

Sebelumnya, 260ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V. Selain itu, Proyek tersebut juga menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, lalu presentas nilai produk meningkat menjadi 91,8 persen dari yang sebelumnya 75,3 persen.

Pengembangan kilang Balikpapan menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan swasembada energo sesuai dengan program Astacita, sehingga Indonesia tidak hanya lagi mengandalkan impor bahan bakar minyak (BBM) dan liqudied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan untuk dalam negeri.

Infografis Destinasi wisata berkelanjutan di Indonesia dan dunia (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya