Respons Sri Mulyani Ditunjuk Yayasan Bill Gates Masuk Dewan Pengurus

Sri Mulyani mengaku sejatinya sudah lama berhubungan dengan Yayasan milik Bill Gates.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 14 Januari 2026, 12:00 WIB
Miliarder Bill Gates menunjuk Sri Mulyani Indrawati, salah satu menteri keuangan wanita pertama dan terlama di Indonesia masuk ke jajaran dewan pengurus yayasannya Gates Foundation. (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Bill Gates menunjuk Sri Mulyani Indrawati, salah satu menteri keuangan wanita pertama dan terlama di Indonesia masuk ke jajaran dewan pengurus yayasannya Gates Foundation

Terkait penunjukannya ini, Sri Mulyani mengaku senang dan menyebutkan jika hubungannya dengan Yayasan Bill Gates sejatinya sudah berlangsung hampir satu dekade.

“Kolaborasi saya dengan yayasan ini dimulai hampir satu dekade lalu, melalui pekerjaan yang mengeksplorasi bagaimana teknologi baru dapat memperluas peluang dan memajukan pembangunan inklusif dan berkelanjutan," ujar dia melansir situs resmi Gates Foundation, Rabu (14/1/2026).

Dia mengaku sangat termotivasi untuk membawa pengalaman di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup di Yayasan Gates.

“Dengan waktu 20 tahun untuk memberikan dampak sebesar mungkin dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat untuk bergabung dengan dewan Yayasan Gates untuk berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan dan peluang ini,” kata dia

Nantinya Sri Mulyani akan bertugas bersama anggota dewan lainnya, Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Suzman, dan Gates.

Alasan Penunjukan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Dok: kemenkeu.go.id)

Mengutip penjelasan Mark Suzman, CEO dan anggota dewan pengurus Yayasan Gates, mantan direktur pelaksana dan kepala operasional Bank Dunia ini disebut merupakan sosok ekonom yang dihormati secara global.

Sri Mulyani memimpin reformasi besar di berbagai lembaga keuangan dan memperjuangkan kebijakan yang mendorong ketahanan dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Pengalaman Sri Mulyani yang luar biasa dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan akan membawa perspektif berharga bagi tata kelola dan misi yayasan.

“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang adil—keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” kata Mark Suzman melansir situs resmi Gates Foundation, Rabu (14/1/2026).

Dia mengatakan, dengan kepemimpinan Sri Mulyani akan membantu memastikan bahwa sumber daya di yayasannya terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia. Kehadiran Sri Mulyani di dewan pengurus dinilai menjadi momen penting dalam sejarah yayasan ini.

Siapa Sri Mulyani?

Menteri keuangan Sri Mulyani saat diwawancarai oleh Liputan6 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (16/3/2023). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sekadar informasi, Sri Mulyani merupakan salah satu menteri perempuan di Republik Indonesia yang masuk dalam jajaran perempuan berpengaruh di dunia. Ia bahkan sempat menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010 hingga 2016.

Namanya pun masuk ke dalam jajaran 100 Wanita Berpengaruh Dunia tahun lalu versi majalah Forbes. Sri Mulyani berada di peringkat ke-47 dan bersanding dengan Presiden New York Stock Exchange Lynn Martin dan Presiden Occidental Petroleum Vicki Hollub.

Sri Mulyani meninggalkan jabatannya dan menjadi Menteri Keuangan. Sebelum itu, ia terlebih dahulu menjabat menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk Kabinet Indonesia Bersatu.

Bahkan, sosoknya juga dikenal sebagai pengamat ekonomi di Indonesia. Dia juga sempat menjabat menjadi Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak 1998.

Namanya bahkan tidak hanya masuk jajaran wanita berpengaruh, tetapi juga dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia di 2006 oleh Emerging Markets di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

 

Perjalanan karir

Sri Mulyani mempunyai nama lengkap Sri Mulyani Indrawati. Dia lahir pada 26 Agustus 1962 dari Bandar Lampung, Lampung.

Melansir dari situs kemenkeu.go.id, Sri Mulyani mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1986).

Kemudian, ia melanjutkan gelar masternya yaitu Master of Science of Policy Economics di University of Illionis di Urbana Champaign, Amerika Serikat. Ia juga mendapatkan gelar PhD in Economics pada 1992.

Melansir dari situs ekon.go.id, berikut ini adalah riwayat pekerjaan Sri Mulyani:

1. Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).

2. Narasumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum - Departemen Kehakiman RI.

3. Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999-2000, Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, Menteri Kehakiman Republik Indonesia.

4. Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI.

5. Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan.

6. Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia.

7. Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor.

8. Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

9. Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI.

10. Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI.

11. Research Associate, LPEM FEUI.

12. Pengajar Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia.

13. Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan - BKKBN.

14. Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan BKKBN.

15. Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS.

16. Asisten Profesor, University of Illinois at Urbana, Champaign, USA.

17. Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi - Universitas Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya