Air Minum di Gujarat Tercemar Limbah, 133 Kasus Wabah Tifus Dilaporkan

Berapa banyak korban yang terdiagnosis tifus akibat pencemaran limbah air di kota ini?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 09 Januari 2026, 08:06 WIB
Ilustrasi bendera India (AFP Photo)

Liputan6.com, Gujarat - Kebocoran air limbah di Gandhinagar, Gujarat, India, dilaporkan telah mencemari air minum warga akibat pipa baru yang bocor. Pihak berwenang yang dilaporkan oleh media lokal pun mengungkap setidaknya 21 kebocoran pipa menyebabkan lebih dari 100 kasus tifus diterima dan mengkhawatirkan kesehatan yang dapat mengancam jiwa.

Komisaris kota J.N. Vaghela mengatakan kepada Indian Express bahwa pihaknya pertama kali menerima keluhan pada 29 Desember 2025.

Lalu Kepala Rumah Sakit Sipil Gandhinagar, Mita Parikh, memperingatkan jumlah kasus akibat wabah tersebut diperkirakan akan terus bertambah dengan sekitar 10 laporan baru per hari hingga sekitar 20 Januari 2026, karena masa inkubasi tifus mencapai 10-15 hari.

Korban yang terserang penyakit sebanyak 88 orang menjalani perawatan di rumah sakit setempat, sementara kondisi tubuh yang telah pulih dapat kembali pulang dengan sebanyak 45 orang. Air yang dikonsumsi warga menjadi salah satu penyebab demam tifoid—infeksi yang melemahkan kesehatan tubuh hingga kematian ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, dilansir dari Independent, Jumat (9/1/2026).

Rumah Sakit Sipil Gandhinagar yang menjadi tempat penanganan wabah tifus mengubah jam operasional layanan rawat jalan menjadi 24 jam yang telah berlaku di daerah terdampak.

Pihak berwenang menyebutkan bahwa saluran yang terkontaminasi akibat pipa-pipa baru tersebut dibangun sebagai bagian dari proyek penyediaan air senilai 21 juta Pound Sterling atau sekitar Rp473 miliar dan diletakkan dekat dengan saluran pembuangan.

Ketika air bertekanan tinggi mulai mengalir, pipa-pipa yang sudah tua dan tidak mampu menahan tekanan mengalami kebocoran sehingga air limbah masuk ke saluran air bersih atau air minum, melansir Times of India dari seorang pejabat di Departemen Jalan dan Bangunan.

 

Jumlah Korban Terdampak Air Bertambah

Ilustrasi tifus, sakit. (Photo by Alexander Grey on Unsplash)

Seorang warga yang menjadi korban dari tercemarnya air bersih dalam kebutuhan paling penting ini diceritakan oleh Malti Kori. Putranya (6) sakit sekitar seminggu lalu setelah menggunakan air yang berbau busuk dan hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa ia menderita tifoid.

Selama kurang lebih lima hari, mereka mendapatkan air yang tercemar dan baru sehari dikonsumsi telah membuat putranya harus menerima perawatan medis karena mengalami demam dan sakit perut.

Sementara warga lain, Asha Pandya, menambahkan bahwa air di rumahnya seperti "dicampur bubuk semen" dan mengklaim telah mendapatkan air yang terkontaminasi sejak November.

Wabah tifus yang muncul hanya beberapa hari setelah penularannya akibat mengonsumsi makanan atau minuman terkontaminasi juga menewaskan setidaknya 10 orang di Indore, negara bagian Madhya Pradesh, dan membuat 142 orang segera dilarikan ke rumah sakit.

 

 

Langkah Darurat Pencegahan

tujuan rekam medis ©Ilustrasi dibuat AI

Dalam menyikapi penyakit yang semakin meluas, Menteri Dalam Negeri India Narendra Modi, bersama anggota parlemen Gandhinagar Amit Shah, terus memantau kondisi di lapangan. Mereka terus saling berhubung untuk melaporkan kondisi di setiap daerah terdampak.

Tidak hanya itu, mereka meningkatkan pengawasan untuk melakukan perbaikan segera pipa yang bocor dan inspeksi intensif jaringan air. Penambalan kebocoran pipa itu pun dilakukan dengan ahlinya yang yang memulai super-klonarisasi untuk menghentikan penyebaran penyakit.  

Kemudian, sebanyak 75 tim kesehatan dikerahkan untuk memeriksa lebih dari 20.800 rumah yang mencakup sekitar 90.000 warga, hal ini sebagai salah satu bagian dari upaya deteksi dini yang akan memberikan penanganan cepat terhadap wabah yang dihadapi.

Demi mendukung berjalannya pembersihan wabah, upaya ini diperkuat dengan dukungan pihak berwenang yang mendistribusikan 30.000 tablet klorin untuk pemurnian air dan 20.600 paket ORS (Oral Rehydration Salts) sebagai langkah pencegahan kepada warga.

Mereka juga aktif diimbau untuk merebus air sebelum dikonsumsi, peringatan awal ini menjadi pencegahan tambahan di tengah situasi yang semakin menambah banyak korban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya