Wamentrans Viva Yoga Paparkan Arah Baru Transmigrasi, dari Relokasi ke Industrialisasi

Viva Yoga mengatakan, arah baru transmigrasi difokuskan pada peningkatan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi.

oleh Siti Khoirul InayahDiterbitkan 03 Januari 2026, 12:19 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi (Foto: Inayah/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa kebijakan transmigrasi saat ini tengah mengalami transformasi besar. Transmigrasi tidak lagi hanya berorientasi pada pemindahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang jarang penduduk, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Viva Yoga saat berkunjung ke Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (3/1/2025).

Menurutnya, transformasi transmigrasi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan, arah baru transmigrasi difokuskan pada peningkatan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di kawasan transmigrasi, baik bagi warga transmigran maupun masyarakat lokal.

“Sekarang transmigrasi tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi kita orientasikan pada peningkatan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Pemerintah ingin kawasan transmigrasi berkembang sebagai wilayah produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru.

Dorong Industrialisasi Berbasis Potensi Daerah

Dalam transformasi tersebut, pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi baru melalui proses industrialisasi dan hilirisasi. Kawasan transmigrasi diarahkan menjadi pusat produksi dan pengolahan komoditas unggulan sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Viva Yoga mencontohkan, di kawasan transmigrasi MPT Malolo telah dibangun pabrik gula sebagai bagian dari pengembangan industri berbasis pertanian. Selain itu, sejumlah kawasan lain juga tengah dipersiapkan untuk industrialisasi kakao, kopi, cokelat, hortikultura, dan sektor pangan lainnya.

“Intinya, sesuai dengan potensi daerah, kawasan transmigrasi kita dorong agar bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Lebih lanjut, Wamentrans Viva Yoga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan 154 kawasan transmigrasi sebagai prioritas nasional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Pengembangan kawasan tersebut disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.

Pemerintah juga telah melakukan pemetaan wilayah serta mulai menjaring calon investor yang memiliki kemampuan dalam proses industrialisasi. Selanjutnya, akan dilakukan komunikasi dan negosiasi untuk membangun ekosistem ekonomi terpadu di kawasan transmigrasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya