Detik-Detik Longsor Susulan Terjadi Saat Petugas Evakuasi Korban di Palembayan Agam

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa derasnya hujan menyebabkan air meluap ke badan jalan dan membawa material lumpur.

oleh Novia HarlinaDiterbitkan 30 Desember 2025, 21:00 WIB
Longsor di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Selasa (30/12/2025) sore. (Dok. BPBD)

Liputan6.com, Jakarta - Longsor melanda Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Selasa (30/12/2025) sore. Kejadian tersebut menerjang satu rumah dan menutup akses jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, sebanyak tiga orang di rumah tersebut tertimbun longsor. Ketika upaya evakuasi dilakukan tim gabungan, longsor susulan kembali menerjang.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Seketika tim gabungan yang sedang berada di rumah itu berlari menyelamatkan diri sebelum kembali masuk untuk menyelamatkan korban yang tertimbun longsor sebelumnya.

Ketiga korban yakni Yuslinar (58), Nayla Firsty Alona (14), dan Ninda (15) berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh tim gabungan. Ketiganya langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa derasnya hujan menyebabkan air meluap ke badan jalan dan membawa material lumpur.

“Pada saat yang sama, tekanan air yang meningkat membuat tebing di sekitar lokasi tidak mampu menahan beban hingga akhirnya terjadi longsor. Kondisi ini menjadikan kawasan Palembayan, Kabupaten Agam, berada dalam status siaga,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Abdul Gafur menambahkan, genangan banjir merendam akses jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian air mencapai satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Selain itu, material longsor juga menutup badan jalan sepanjang sekitar 20 meter dengan ketebalan mencapai 1,5 meter, yang mengakibatkan terputusnya jalur transportasi dan terhentinya aktivitas warga.

 

Peringatan Dini Cuaca Buruk

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis peringatan dini cuaca buruk di Sumbar, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam.

Kemudian Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, serta Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, dan Kota Bukittinggi.

Selain itu, dampak hujan deras juga berpotensi meluas ke wilayah lain, yakni Kabupaten Sijunjung, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman, serta sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat.

“Hujan dipicu oleh adanya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara di pesisir barat Sumatera yang memanjang dari Sumatera Utara hingga Lampung, serta aktifnya osilasi Madden–Julian (MJO) pada fase 2 di wilayah Samudera Hindia,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha.

 

Status Tanggap Darurat Masih Diberlakukan

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab mengatakan mengatakan saat ini status tanggap darurat masih diberlakukan di sejumlah titik rawan. Ia mengklaim alat berat tetap disiagakan untuk pembersihan material serta mendukung proses evakuasi jika dibutuhkan.

“Seluruh mekanisme kedaruratan masih berjalan. Kami tetap siaga dan terus memantau kondisi kerawanan di lapangan,” ujar Ilham.

Infografis Duka Bencana Beruntun di Sumut. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya