BGN Pastikan Program MBG Tetap Jalan saat Libur Sekolah, Ibu Hamil dan Anak Balita Jadi Prioritas

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah tetap berjalan dengan memprioritaskan ibu hamil, menyusui, dan balita. Kelompok B3 ini menjadi sasaran utama intervensi gizi, tanpa terpengaruh kalender pendidikan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 26 Desember 2025, 13:52 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah tetap berjalan dengan memprioritaskan ibu hamil, menyusui, dan balita. Kelompok B3 ini menjadi sasaran utama intervensi gizi, tanpa terpengaruh kalender pendidikan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, kontinuitas layanan gizi bagi kelompok tersebut sangat krusial karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa emas bagi pertumbuhan anak dan tidak dapat ditunda.

"Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus. Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek, dan kita harus menjaga golden time (masa emas) ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah," ujar Dadan, Jumat (26/12/2025).

Dia menegaskan, untuk kalangan anak sekolah, BGN menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel selama masa libur. Program MBG bagi anak sekolah bersifat opsional, menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat.

"Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan," paparnya.

BGN juga menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas. Sedangkan pada awal tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.

Sebelumnya, pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan.

Jaga Kesinambungan Pemenuhan Gizi Anak

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian menilai program MBG yang tetap berjalan pada masa libur sekolah bermanfaat untuk menjaga kesinambungan pemenuhan gizi anak.

"Urgensinya (MBG tetap berjalan di libur sekolah) terletak pada upaya menjaga kesinambungan pemenuhan gizi anak. Libur sekolah tidak otomatis berarti kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik di rumah," kata Hetifah.

Menurut dia, pada sebagian keluarga, terutama kelompok rentan, masa libur sekolah justru berpotensi menurunkan kualitas asupan gizi anak. Dengan demikian, dia pun mendukung program MBG tetap berjalan pada masa libur sekolah.

Meskipun begitu, Hetifah memberikan sejumlah catatan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) agar program MBG di masa liburan tetap terlaksana secara baik. Pertama, kata dia, perlu dilakukan penyesuaian jenis menu.

"Selama masa libur, MBG disalurkan dalam bentuk menu kering atau tahan simpan seperti abon, roti, atau bolu sehingga lebih aman dan praktis," ucap dia, dilansir Antara.

Selanjutnya, Hetifah menyarankan adanya penguatan kerja sama dengan UMKM lokal. Hal itu, kata dia, bertujuan untuk memastikan suplai bahan MBG terjaga sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Ketiga, koordinasi yang rapi antara SPPG, sekolah, murid, dan wali murid agar data penerima manfaat akurat dan distribusi berjalan tertib serta tepat sasaran," kata Hetifah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya