Indonesia Ekspor Klinker ke Mauritania

SIG melakukan ekspor perdana 45.000 metrik ton (MT) klinker ke Mauritania, Afrika Barat Laut, melalui Pelabuhan Khusus SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur.

oleh Septian DenyDiterbitkan 11 April 2026, 13:00 WIB
Aktivitas bongkar muat barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor dan impor Indonesia mengalami susut signifikan di Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas jangkauan pasar ekspor ke Benua Afrika. Melalui anak usahanya, PT Semen Indonesia International (SII), SIG melakukan ekspor perdana 45.000 metrik ton (MT) klinker ke Mauritania, Afrika Barat Laut, melalui Pelabuhan Khusus SIG Pabrik Tuban, Jawa Timur, pada bulan Maret 2026.

Pengiriman 45.000 MT klinker tersebut merupakan tahap pertama dari total 90.000 MT yang akan diekspor ke Mauritania pada 2026. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, selain melakukan transformasi dalam pengelolaan pasar domestik, SIG juga terus memaksimalkan potensi pasar regional. Ekspansi ke pasar Mauritania merupakan langkah strategis SIG untuk memperkuat penetrasi pasar global, khususnya di kawasan Benua Afrika yang tengah berkembang. 

“Benua Afrika yang memiliki prospek pertumbuhan infrastruktur yang tinggi. Memenuhi standar internasional, SIG optimis dapat terus meningkatkan daya saing di pasar global,” kata Vita Mahreyni.

Mauritania dinilai sebagai pasar strategis dan potensial karena kebutuhan bahan bangunan yang tinggi untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur, namun memiliki keterbatasan kapasitas produksi klinker domestik.

Vita Mahreyni menambahkan, ekspansi SIG ke Mauritania mencerminkan komitmen SIG menjaga pertumbuhan yang berkontribusi terhadap kinerja penjualan Perusahaan. Pada 2025, SIG berhasil mencatatkan penjualan regional sebesar 7,95 juta ton, atau meningkat 14,3% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton. 

“SIG memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung pembangunan regional melalui ketersediaan pasokan bahan bangunan dan keandalan distribusi. Karena itu, ke depannya SIG akan terus memperluas jaringan ekspor ke berbagai kawasan potensial lainnya. Kami berharap, inisiatif ini sekaligus semakin memperkuat langkah SIG menjadi perusahaan bahan bangunan terbesar di regional,” ujar Vita Mahreyni.

 

Ekspor Indonesia Tembus USD 22,17 Miliar pada Februari 2026, Naik 1%

Surplus yang didapat pada periode Juni 2024 berasal dari nilai transaksi ekspor yang mencapai 20,84 miliar dolar AS, serta impor sebesar 18,45 miliar dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Februari 2026 mencapai USD 22,17 miliar atau naik sebesar 1,01 persen secara tahunan (year on year/YoY).   Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono melaporkan, nilai ekspor migas pada periode tersebut tercatat sebesar USD 1,08 miliar, atau turun sebesar 4,25 persen. Sedangkan nilai ekspor non migas naik 1,30 persen dengan nilai ekspor USD 21,09 miliar secara YoY. 

"Peningkatan nilai ekspor Februari 2026 secara tahunan tersebut terutama didorong oleh peningkatan nilai ekspor non migas pada beberapa komoditas. Semisal lemak dan minyak hewan nabati (HS 15), naik 16,19 persen dengan andil 2,17 persen terhadap peningkatan nilai total ekspor," jelasnya, Rabu (1/4/2026). 

Pada saat yang sama, seperti ekspor nikel dan barang daripadanya (HS 75) naik 74,84 persen dengan andil 1,84 persen. Lalu, mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) naik 28,43 persen dengan andil 1,21 persen. 

Adapun untuk ekspor non migas yang tembus USD 21,09 miliar, industri pengolahan jadi sumber terbesar dengan nilai mencapai USD 18,55 miliar. Diikuti sektor pertambangan dan lainnya USD 2,25 miliar, dan sektor pertanian-kehutanan-perikanan berkontribusi sebesar USD 0,39 miliar, dan 

"Peningkatan ekspor sektor non migas sini terutama terjadi pada industri pengolahan yang naik secara YoY sebesar 5,24 persen. Andil industri pengolahan sebesar 4,21 persen," kata Ateng. 

 

Total Nilai Ekspor Januari-Februari 2026

Komoditas yang jadi kontributor ekspor non migas, antara lain nikel, minyak kelapa sawit, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta semi konduktor dan komponen elektronik lainnya. 

Secara kumulatif, total nilai ekspor di sepanjang Januari-Februari 2026 mencapai angka USD 44,32 miliar, atau naik 2,19 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Ateng mencatat, nilai ekspor migas pada periode ini sebesar USD 1,97 miliar, atau turun sebesar 9,75 persen. 

"Sedangkan ekspor non migas tercatat naik sebesar 2,82 persen, dengan nilai sebesar USD 42,35 miliar," imbuh dia. 

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya