BitMine Akumulasi 48.049 Ethereum, Segini Nilainya

BitMine mengakuisisi 48.049 ethereum (ETH) dari FalconX.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Desember 2025, 16:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - BitMine, perusahaan treasury yang dipimpin oleh salah satu pendiri Fundstrat, Tom Lee dilaporkan menambah Ethereum (ETH) senilai USD 140,58 juta atau Rp 2,34 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.707,90). Akumulasi salah satu  kripto terbesar ini yakni Ethereum dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025.

Mengutip the block, Rabu (17/12/2025), berdasarkan data dari Arkham, analis onchain EmberCN dan Lookonchain melaporkan BitMine mengakuisisi 48.049 Ethereum dari FalconX. Akan tetapi, transaksi ini belum dikonfirmasi resmi oleh BitMine.

Pengungkapan resmi BitMine pada Senin mengungkapkan perusahaan yang terdaftar di NYSE American ini memegang 3.967.210 ETH, yang dibeli dengan harga rata-rata USD 3.074 per ether. Itu menempatkan nilai perbendaharaan sekitar USD 11,6 miliar pada harga saat ini.

Pemegang Ethereum korporat terbesar di dunia ini telah menjalankan strategi akuisisi agresifnya, secara konsisten membeli ETH sepanjang tahun. Dengan komitmen yang kuat terhadap pengaruh Ethereum yang semakin meluas di bidang keuangan global, perusahaan tersebut telah menegaskan kembali tujuan jangka panjangnya untuk mengamankan 5% dari total pasokan yang beredar.

Perusahaan tersebut baru-baru ini meningkatkan pembeliannya meskipun pasar sedang mengalami penurunan, dengan membeli 240.711 ETH dalam dua minggu pertama Desember.

Chairman BitMine, Lee menuturkan, pengungkapan Senin bahwa "hari-hari terbaik untuk kripto" masih di depan, menunjuk pada beberapa perkembangan positif sepanjang tahun, seperti kemajuan legislatif di Washington dan meningkatnya dukungan dari Wall Street.

Pembelian ETH terbaru BitMine terjadi ketika mata uang kripto tersebut jatuh di bawah level USD 3.000. Mengutip data Coinmarketcap.com, harga Ethereum melemah 0,20% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga Ethereum merosot 11,53%. Saat ini, harga Ethereum berada di posisi USD 2.938 atau Rp 49,08 juta.

Tom Lee Prediksi 2026 Jadi Tahun Bullish Ethereum, Minat Institusi Meningkat

Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Sebelumnya, analis pasar veteran, Tom Lee, kembali menunjukkan keyakinannya terhadap prospek Ethereum (ETH). Pendiri Fundstrat Global Advisors itu memperkirakan Ethereum akan memasuki fase bullish pada 2026. Optimisme tersebut bukan sekadar pernyataan, karena Lee mengaku masih terus menambah porsi kepemilikan ETH.

Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (30/11/2025), keyakinan Lee muncul di tengah meningkatnya minat institusi terhadap Ethereum. Dalam sepekan terakhir, dompet kripto milik Bitmine mencatat arus masuk mencapai USD 44,3 juta.

Tak hanya itu, jumlah pembelian mingguan juga menembus USD 185,6 juta, mengindikasikan bahwa investor besar mulai mengakumulasi ETH menjelang potensi reli jangka panjang.

Langkah Bitmine ini dianggap bukan pergerakan acak. Perusahaan itu dikenal mengelola aset institusi berskala besar sehingga pergerakannya kerap menjadi sinyal arah pasar. Ketika akumulasi meningkat secara signifikan seperti minggu ini, biasanya hal tersebut menggambarkan sentimen positif yang berkembang di kalangan investor besar.

Dengan perkembangan jaringan Ethereum—termasuk ekspansi Layer-2 dan peningkatan skalabilitas—banyak pihak menilai ekosistem ETH berada pada jalur yang semakin kuat. Pandangan bullish Lee untuk 2026 pun sejalan dengan ekspektasi pasar bahwa adopsi Ethereum akan terus meningkat dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

 

Sinyal Positif dari Arus Masuk Dana Institusi

Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Arus masuk besar-besaran ke dompet Bitmine menunjukkan bahwa pelaku pasar institusional tengah mempersiapkan diri menghadapi potensi kenaikan harga Ethereum dalam jangka menengah. Total pembelian mingguan sebesar USD 185,6 juta menjadi salah satu indikator terkuat bahwa “smart money” mulai bergerak.

Bitmine sendiri dikenal sebagai salah satu pengelola aset kripto yang sering dijadikan acuan. Ketika dompet mereka mencatat pembelian agresif seperti saat ini, hal tersebut kerap menjadi tanda bahwa pelaku besar melihat peluang pertumbuhan di depan mata.

Pergerakan ini turut diperkuat oleh roadmap Ethereum yang masih terus berkembang. Ekspansi Layer-2, efisiensi transaksi, serta rencana peningkatan teknologi membuat jaringan Ethereum semakin menjanjikan sebagai fondasi aplikasi Web3 di masa depan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya