16 Desember 2014: Taliban Pakistan Serang Sekolah Militer di Peshawar, 141 Tewas Termasuk 132 Anak

Tangis haru orang tua korban mewarnai insiden penyerangan sekolah militer di Peshawar.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 16 Desember 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi militan ISIS (AFP)

Liputan6.com, Islamabad - Sekolah yang dikelola oleh militer di Peshawar, menjadi target penembakan oleh militan Taliban Pakistan yang menewaskan 141 orang, termasuk 132 anak-anak dan sembilan orang dari guru serta staf sekolah, serangan paling mematikan ini juga disebut sebagai aksi Taliban paling berdarah yang pernah terjadi pada 16 Desember 2014.

Para penyerang masuk dengan memanjat tembok dan meledakkan bom yang membuat anak-anak berhamburan. Siapa pun yang tertangkap pandangannya langsung ditembak, seorang anak laki-laki yang telah melarikan diri dan mencoba bersembunyi menjadi satu-satunya korban yang selamat, dilansir dari BBC, Selasa (16/12/2025).

Ia bernama Shahrukh Khan (17), menceritakan kepada BBC bahwa seorang pria bersenjata masuk ke ruang kelasnya dan menembak secara acak.

Kejadian mencekam saat itu membuatnya harus berusaha menghindar dari pandangan yang tertangkap para penembak, di mana ia bersembunyi di bawah meja dan melihat teman-temannya ditembak tepat di kepala dan dada.

Berpura-pura Mati untuk Selamatkan Diri

Korban jiwa bukan hanya anak-anak saja, tetapi dua guru juga tewas, serta para staf sekolah dan puluhan korban selamat dilarikan ke rumah sakit. Saksi lain menggambarkan koridor sekolah dipenuhi tubuh anak-anak yang tergeletak tak bernyawa.

Cara mereka menghindar pun dengan pakaian yang telah berlumuran darah dari para korban di sekitar, lalu berpura-pura mati sehingga penyerang tidak dapat mengenalinya.

Tangisan dan duka mendalam menyelimuti rumah sakit. Irsahadah Bibi, seorang ibu kehilangan putranya yang berusia 12 tahun, terlihat memukuli wajahnya sambil menangis.

"Ya Tuhan, mengapa Engkau merenggut putraku?" ucapnya, seperti yang dikutip dari AFP.

 

 

 

Aksinya sebagai Balasan terhadap Komunitas

Ilustrasi anak siap sekolah/copyright unsplash.com/Jerry Wang

Juru bicara Taliban Pakistan, Mohammad Khurasani, mengatakan para militan yang menyerang sekolah militer diduga sebagai ungkapan balasan terhadap operasi Angkatan Darat Pakistan yang sedang berlangsung terhadap Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) di wilayah suku Waziristan Utara dan daerah Khyber, di mana ratusan dari komunitas Taliban dilaporkan tewas dalam beberapa waktu terakhir, seperti yang dikutip dari laman Aljazeera.

Dilansir dari The Guardian, operasi tersebut dinamakan "Operasi Zarb-e-Azb" bertujuan untuk membersihkan wilayah Waziristan Utara yang telah menjadi tempat utama bagi kelompok militan, seperti TTP yang juga menimbulkan banyak serangan di seluruh Pakistan.

Operasi ini pun mengerahkan puluhan ribu pasukan yang menghancurkan jaringan persembunyian militan, berharap dapat memutuskan kekuatan militan yang mengganggu kehidupan nasional.

Karena itu, ketujuh penyerang memilih sekolah yang dikelola militer agar memberikan rasa sakit yang sama seperti yang dilakukan pasukan Pakistan telah menargetkan keluarga dan anggota mereka lainnya. Namun, aksi dari penyerangan ini juga berakhir oleh pasukan keamanan yang menembak mereka lebih dulu sebelum rompi bom bunuh diri yang dipakai meledakkannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya