Menkeu Purbaya Ingin Pasang AI di Semua Bea Cukai Pelabuhan, Segini Nilai Investasinya

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membutuhkan pengembangan sistem AI yang lebih canggih untuk Bea Cukai Pelabuhan di Indonesia.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 12 Desember 2025, 18:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat kerja perdana dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membutuhkan dana tak begitu besar untuk pengembangan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Bea Cukai. Perkiraannya, butuh sekitar Rp 45 miliar untuk penerapan secara nasional.

Kecanggihan AI memang disematkan dalam beberapa sistem pemeriksaan Bea Cukai, termasuk dalam pemeriksaan nilai kepabeanan barang impor. Purbaya bilang, nilai investasinya tidak besar lantaran pengembangannya dilakukan secara internal.

"Jadi enggak ada investasi yang terlalu besar sampai sekarang. Kita pakai sumber, resources yang ada, hardware yang ada, software yang ada, yaa paling saya bayar gaji yang biasa," ungkap Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Dia turut melihat pengembangan AI agar menjadi lebih canggih lagi dalam sistem pemeriksaan Bea Cukai. Belum lagi untuk penerapan secara nasional.

Purbaya menghitung, setidaknya membutuhkan dana Rp 45 miliar untuk pengembangan sistem AI di Bea Cukai pelabuhan seluruh Indonesia.

"Tapi untuk ke depan, untuk pengembangan lebih dalam lagi, supaya lebih canggih di seluruh Indonesia, kita perkirakan, kita perlu investasi sekitar Rp 45 miliar lagi untuk mengembangkan sistem IT-nya," jelas dia.

Kantongi Rp 1,2 Miliar Saat Uji Coba

Adapun Purbaya telah mencoba penerapan artificial intelligence (AI) dalam sistem pemeriksaan oleh Direktorat Jenderak Bea dan Cukai. Hasilnya, Kemenkeu berhasil mengantongi Rp 1,2 miliar.

Purbaya mengaku sudah mencoba Trade AI besutan Bea Cukai. Uji coba dilakukan pada 145 pemberitahuan impor barang (PIB). Sistem AI mendeteksi ada peluang tambahan miliaran rupiah, setelah dicek dengan verifikasi lapangan, angkanya menjadi Rp 1,2 miliar.

"Dari situ dicek dengan cepat, dapat tambahan sekitar, kalau di AI-nya besar sekitar, mungkin lebih dari sekian miliar. Tapi ketika kita coba cek lagi di lapangan segala macam, kita dapat Rp 1,2 miliar tambahan. Jadi lumayan itu," ungkap Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025.

 

Bisa Semakin Besar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Dia menilai, kalau angka tersebut masih terbilang kecil. Meski begitu, Purbaya melihat adanya perbaikan dari deteksi potensi-potensi kebocoran ke penerimaan negara.

"Paling enggak first run sudah menghasilkan income yang clear seperti itu. Jadi kelihatannya proyek ini akan menguntungkan saya ke depan. Kalau semakin lama, semakin canggih harusnya semakin besar keuntungannya," jelas dia.

Dia pun enggan bicara berapa peluang tambahan penerimaan negara dari penerapan Trade AI dan sejumlah sistem AI di Bea Cukai.

"Sekarang terlalu dini untuk bilang berapa peluang yang sebetulnya ada di pengembangan AI ini. Tapi hasilnya sudah clear, dari segitu saya dapat Rp 1 miliar dengan mudah kira-kira," tuturnya.

 

Bea Cukai Digebuk Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perbaikan sistem di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bisa lebih ketat mengawasi impor. Ternyata, hal tersebut bisa berhasil setelah didesak oleh Purbaya.

Dia mengakui, talenta Bea Cuka sebetulnya cukup mumpuni. Hasilnya, setelah 'digebuk' ada sejumlah inovasi termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam sistem pengawasannya. 

"Jadi Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir ya, rupanya memang orang Bia Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin aja. Gebuk-gebuk, dua minggu keluar," ungkap Purbaya di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya