Liputan6.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Banten menyatakan dukungan penuh pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), salah satu proyek strategis nasional (PSN).
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman menegaskan, kesiapan Kota Serang dinilai paling memadai dibandingkan daerah lain di Banten, termasuk Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.
Advertisement
Proyek PSEL yang direncanakan memiliki nilai investasi mencapai Rp5,7 triliun. Proyek ini termasuk dalam PSN pemerintah, sehingga menjadi salah satu prioritas pembangunan yang dianggap penting untuk penanganan sampah.
"Kami setuju karena ini merupakan program PSN. Di Banten ada tiga daerah yang menginginkan, namun kesiapan infrastruktur hanya ada di Kota Serang," ujar Muji, melansir Antara, Kamis (11/12/2025).
Dia menyampaikan, dukungan terhadap proyek PSEL bukan sekadar formalitas, melainkan didasarkan pada pertimbangan kesiapan infrastruktur yang matang.
"Meski ada tiga daerah di Banten yang berminat menjadi lokasi proyek, hanya Kota Serang yang dianggap memiliki sarana dan fasilitas memadai untuk mendukung kelancaran operasional proyek berskala besar ini," ucap Muji.
Hal ini menunjukkan bahwa keputusan dewan didasari pada analisis teknis dan strategi pembangunan yang realistis, sehingga proyek PSEL diharapkan dapat berjalan lancar sesuai target pemerintah pusat.
Pemenuhan Pasokan Sampah dan Skema Kerja Sama dengan Daerah
Proyek PSEL di Kota Serang membutuhkan pasokan sampah hingga 1.000 ton per hari agar fasilitas dapat beroperasi maksimal.
"Hingga saat ini, pasokan sampah melalui kerja sama dengan Kabupaten Serang baru mencapai sekitar 600 ton per hari, terdiri atas 400 ton dari Kabupaten Serang dan 200 ton dari Kota Serang," kata Muji.
Dia menyebut, untuk memenuhi kuota tersebut, kemungkinan besar diperlukan kerja sama dengan daerah lain.
"Kemungkinan besar kita perlu kerja sama dengan daerah lain seperti Cilegon untuk menutupi kekurangan kapasitas menuju 1.000 ton tersebut," terang dia.
Langkah ini dianggap strategis agar proyek berjalan lancar dan pasokan sampah tetap stabil, sekaligus memperluas partisipasi daerah sekitar dalam pengelolaan sampah.
Dampak Ekonomi dan Fasilitas Pendukung Proyek
Proyek PSEL senilai Rp5,7 triliun ini tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga diperkirakan memberikan kontribusi ekonomi bagi Kota Serang.
Menurut Muji, Pemkot diproyeksikan menerima Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp19 miliar per tahun dari kompensasi pembuangan sampah.
"Kota Serang diproyeksikan menerima PAD dari kompensasi pembuangan sampah sekitar Rp19 miliar per tahun," terang dia.
Masyarakat sekitar proyek akan mendapat fasilitas penunjang, termasuk tempat ibadah, sarana umum, dan ambulans, sementara Pemkot Serang menyiapkan anggaran pembebasan lahan dengan pendampingan Kejaksaan.
"Lahan yang ada sekarang 17 hektare, ditambah perluasan 5 hektare lagi, jadi total sekitar 23 hektare. Itu sudah memenuhi syarat untuk pembangunan," jelas Muji.
Dengan pasokan sampah yang cukup, dukungan finansial, dan fasilitas pendukung, proyek PSEL di Kota Serang diharapkan menyelesaikan masalah sampah sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.