Jalan Kota Kuala Simpang Dibuka Percepat Pemulihan Aceh Usai Banjir Bandang Sumatera

Kementerpuan PU mempercepat penanganan akses jalan di Kabupaten Aceh Tamiang usai banjir dan longsor di Aceh.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 06 Desember 2025, 22:22 WIB
Infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernafasan biasanya muncul pada 10 hari pertama pasca terjadinya banjir. Tampak dalam foto, seorang perempuan menjemur pakaian yang baru saja dicucinya di tengah kondisi memprihatinkan akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu 6 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jalan Kota Kuala Simpang dibuka Kementerian PU untuk mempercepat pemulihan kondisi di Aceh Tamiang setelah banjir Sumatera.

"Pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo seperti dikutip dari Antara, Sabtu (6/12/2025).

BACA JUGA: Kasus Korupsi Kementerian PU Meluas, Dua Tersangka Baru Ditetapkan

Kementerian PU terus membantu percepatan penanganan akses jalan di Kabupaten Aceh Tamiang setelah bencana banjir dan longsor di Aceh.

Pemulihan konektivitas ini menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran distribusi bantuan logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak.

Ia mengatakan, untuk ruas jalan Kota Langsa hingga Kota Kuala Simpang, saat ini telah dilakukan penanganan berupa pembersihan sedimen lumpur dan material sisa banjir yang menutupi badan jalan.

Pekerjaan ini terus dikebut dengan target penyelesaian pada 9 Desember 2025, sehingga akses antarwilayah dapat kembali normal dan aman dilalui oleh pengguna jalan.

Selanjutnya pada ruas jalan Kota Kuala Simpang hingga Batas Provinsi Sumatera Utara, kondisi jalan saat ini telah fungsional dan dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Ketinggian air yang sebelumnya menggenangi jalan telah mengalami penurunan, namun akses sinyal komunikasi di beberapa titik masih terbatas.

Kementerian PU melalui Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh masih melakukan pembersihan lanjutan di ruas jalan Kota Kuala Simpang hingga Batas Provinsi Sumatera Utara dengan mengerahkan empat ekskavator, dua wheel loader, dan dua motor grader.

 

 

Gandeng Mitra BUMN Karya

Seorang pria berjalan membawa cangkul di jalanan yang masih berlumpur setelah banjir bandang melanda daerah tersebut di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu 6 Desember 2025. Gelombang penyakit ancam korban banjir Sumatra di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. (YT HARIONO/AFP)

Peralatan berat ini difokuskan untuk membersihkan sisa material, memperbaiki permukaan jalan, serta memastikan kualitas layanan jalan tetap terjaga selama masa pemulihan.

Kementerian PU juga menggandeng mitra BUMN Karya untuk memperkuat dukungan sarana dan prasarana (sarpras) dasar, khususnya penyediaan air bersih dan sanitasi, bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sinergi ini dilakukan sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak di lapangan, sekaligus bentuk kolaborasi lintas sektor dalam penanganan tanggap darurat bencana.

Untuk wilayah Aceh Tamiang, mobilisasi bantuan dilakukan dari Depo Tanjung Morawa, Medan berupa dua unit mobile water tank, 20 unit tandon air (Hidran Umum), dan empat unit dump truck.

 

Bantuan ke Langkat

Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan peringatan adanya potensi lonjakan dua penyakit pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Leptospirosis. Tampak dalam foto, seorang perempuan berlumuran lumpur berdiri di jalanan yang dipenuhi lumpur setelah banjir bandang melanda daerah tersebut di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Sabtu 6 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Selain itu, untuk memperkuat dukungan juga dilakukan pengiriman tambahan sarpras melalui Medan, meliputi dua unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile Setta, satu unit mobil double cabin, satu unit mobil sedot tinja, 40 unit HU kapasitas 2.000 liter, 8 unit tenda, 20 unit velbed, serta 10 unit toilet portable.

Seluruh bantuan tersebut dimobilisasi secara bertahap dan terkoordinasi agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan petugas di lapangan dalam mendukung pemulihan pasca bencana.

Selain Aceh Tamiang, dukungan dari BUMN Karya juga sekaligus disalurkan ke wilayah Kabupaten Langkat. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak sekaligus mendukung operasional tanggap darurat di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya