IHSG Hari Ini 3 Desember 2025 Memerah, Sektor Saham Teknologi Catat Kenaikan Terbesar

Usai menyentuh rekor tertinggi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah tetapi masih bertahan di 8.600 pada perdagangan saham Rabu, (3/12/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Desember 2025, 18:35 WIB
Penurunan IHSG merupakan respons negatif dari pergantian Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani Indrawati digantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan saham Rabu (3/12/2025) usai menyentuh rekor tertinggi. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan sektor saham teknologi pimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah tipis 0,06% ke posisi 8.611,78. Indeks saham LQ45 merosot 0,65% ke posisi 849,17. Sebagian besar indeks saham acuan tergelincir.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya menuturkan, IHSG ditutup melemah imbas aksi ambil untung usai sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di level 8.669.

Dari mancanegara, pelaku pasar tengah mencermati data Purchasing Managers' Index (PMI) berbagai negara yang dirilis pada Rabu, 3 Desember 2025, di antaranya data ISM Services PMI Amerika Serikat (AS) dan data Services PMI Final di Jerman, Inggris, dan Euro Area periode November 2025.

Kemudian, rilis data S&P Global Services PMI Final Jepang periode November 2025 dan rilis data RatingDog Services PMI China periode November 2025

"Di sisi lain, spekulasi meningkat terkait dengan penurunan suku bunga acuan The Fed pada pekan depan, yang diperkuat oleh spekulasi bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett dapat dicalonkan sebagai ketua The Fed. Kevin Hassett dikenal mendukung penurunan suku bunga lebih cepat sejalan dengan sikap Presiden AS Donald Trump,” demikian seperti dikutip dari Antara.

 

Sektor Saham

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.669,18 dan level terendah 8.591,80. Sebanyak 316 saham melemah sehingga bebani IHSG. Akan tetapi, 328 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 160 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.736.755 kali dengan volume perdagangan saham 47,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.615.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham basic terpangkas 0,60%, sektor saham keuangan terperosok 0,58% dan sektor saham energi susut 0,50%.

Sementara itu, sektor saham teknologi bertambah 1,54% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur menanjak 1,5%, sektor saham transportasi mendaki 1,26%, sektor saham properti melesat 0,93%.

Selanjutnya sektor saham industri bertambah 0,31%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,27%, sektor saham consumer siklikal melesat 1,14%. Kemudian sektor saham kesehatan naik 0,85%.

Top Gainers-Losers

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham TRUE menguat 34,92%
  • Saham ASHA menguat 34,85%
  • Saham MBTO menguat 29,19%
  • Saham GTSI menguat 28,32%
  • Saham ROCK menguat 25%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham IPOL merosot 14,88%
  • Saham PGUN merosot 14,16%
  • Saham TALF merosot 11,30%
  • Saham RUNS merosot 10%
  • Saham RSCC merosot 9,91%

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BKSL tercatat 136.616 kali
  • Saham INET tercatat 120.369 kali
  • Saham GTSI tercatat 114.983 kali
  • Saham CDIA tercatat 94.483 kali
  • Saham MINA tercatat 86.697 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham CDIA senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BUMI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BKSL senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham INET senilai Rp 964,9 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 865,6 miliar

Bursa Saham Asia Pasifik

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham regional Asia Rabu sore ini antara lain Indeks Nikkei di Jepang naik 555,05 poin atau 1,13 persen ke 49.858,05, indeks Shanghai terpangkas 19,71 atau 0,51 persen ke 3.878,00.

Mengutip Antara, selain itu, indeks Hang Seng merosot 334,32 poin atau 1,28 persen ke posisi 25.760,73, dan indeks Straits Times bertambah 14,33 poin atau 0,32 persen ke posisi 4,552,29.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya