AirAsia Indonesia Bidik Pertumbuhan Penumpang 32% pada 2026

AirAsia Indonesia menetapkan target tinggi untuk 2026. Salah satunya adalah jumlah penumpang diproyeksikan tumbuh sekitar 32% pada 2026.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 27 November 2025, 17:10 WIB
Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) Raden Achmad Sadikin Abdurachman dalam acara Public Expose, Kamis (27/11/2025). (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menyiapkan serangkaian target agresif untuk tahun 2026, seiring optimisme perseroan terhadap peningkatan kinerja setelah capaian positif selama 2025.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Raden Achmad Sadikin Abdurachman menyampaikan, perusahaan akan memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan daya saing, dan memperluas jangkauan rute sebagai bagian dari strategi pertumbuhan tahun depan.

Menurutnya, sejumlah indikator operasional utama telah ditetapkan, termasuk peningkatan tingkat keterisian kursi (load factor) dan ketepatan waktu penerbangan.

“Pertama, terkait target operasional perseroan menetapkan load factor atau tingkat keterisian kursi lebih dari 85% Pada tahun 2026 sebagai salah satu indikator utama performa perseroan,” ujar Achmad dalam acara Public Expose, Kamis (27/11/2025).

AirAsia Indonesia juga memasang target on-time performance (OTP) di atas 85% pada 2026. Dari sisi kapasitas, perusahaan berencana meningkatkan jumlah kursi hingga 30% dibandingkan proyeksi 2025.

Porsi rute internasional akan diperbesar hingga 64%, sedangkan rute domestik diperkirakan berada di kisaran 36%. Adapun jumlah penumpang diproyeksikan tumbuh sekitar 32% pada 2026.

“Sedangkan itu, jumlah penumpang pada tahun 2026 diharapkan tumbuh sekitar 32% dibandingkan proyeksi tahun sebelum,” katanya.

 

Ekspansi Rute di Sulawesi

Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) Raden Achmad Sadikin Abdurachman dalam acara Public Expose, Kamis (27/11/2025). (Liputan6.com/Gagas)

Untuk memperkuat pangsa pasar, AirAsia Indonesia akan mengembangkan koneksi domestik dan memperkuat fungsi feeder internasional melalui virtual hub di Makassar. Perusahaan juga menyiapkan ekspansi rute di Sulawesi, menghubungkan kota-kota seperti Palu, Kendari, dan Luwu dengan Makassar serta Surabaya.

Dari sisi komersial, perseroan akan memperluas kerja sama distribusi dengan agen perjalanan online maupun offline, serta meningkatkan kontribusi pendapatan non-tiket melalui layanan tambahan, termasuk seat bundle, in-class service, dan dynamic bundle via platform AirAsia Move.

Pada aspek operasional, efisiensi menjadi fokus utama. Perusahaan akan memaksimalkan utilisasi armada melalui penjadwalan yang lebih optimal untuk menekan CASK, sekaligus meningkatkan profitabilitas.

 

Penambahan Armada

Maskapai berbiaya hemat terbaik dunia 15 kali berturut-turut versi skytrax, AirAsia (Foto: Istimewa)

Penambahan armada di Medan juga disiapkan guna memperkuat penerbangan internasional dan mendorong pertumbuhan volume penumpang pada pasar dengan permintaan tinggi.

AirAsia Indonesia optimistis strategi tersebut mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat posisi perseroan di industri penerbangan regional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya