95 Ribu Kendaraan Kena ETLE, Kakorlantas Polri: Tilang Manual Tetap Senjata Kami Sita Kendaraan

Korlantas mengatakan tilang manual merupakan senjata polisi dalam menegakkan hukum untuk menyita kendaraan para pelanggar lalu lintas.

oleh Tim NewsDiterbitkan 27 November 2025, 15:23 WIB
Polisi menggelar razia kendaraan pribadi yang menggunakan rotator pada mobilnya di Jakarta, Jumat (13/10). Lampu isyarat, rotator atau sirine tersebut hanya boleh digunakan untuk kendaraan petugas berwenang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan tilang manual merupakan senjata polisi dalam menegakkan hukum untuk menyita kendaraan para pelanggar lalu lintas.

"Tapi tilang itu penting itu senjata kami, kami bisa sita kendaraan. Tetapi porsi penegakan hukum di jalan ini kami perkecil. Dari 95 kami gunakan etle 5 persen kami tilang plus teguran," kata Agus dalam rapat kerja bersama dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).

"Jadi kami bersahabat dengan pelanggar. Karena pelanggar sahabat kami juga. Ini yang sudah kami lakukan, sehingga kami harus melakukan kegiatan ini dengn simpatik. Jadi kami tidak ditakuti lagi, tapi semuanya saudara polantas," tambahnya.

Mulanya, Agus memaparkan data penegakan hukum melalui kamera ETLE pada operasi Zebra yang sedang berlangsung. "Penegakan Etle di H+7 95.827 naik 596 persen (82,059) dibanding tahun 2024. Tilang 2025 sebanyak 7,919, turun 88,3 persen (58,531) dibanding tahun 2024 sebanyak 67,450," kata Agus dalam rapat.

"Teguran simpatik tahun 2025 sebanyak 444,578 naik 1,414 persen (415,228) tahun 2024 sebanyak 29,350," sambungnya.

Pelanggar ETLE Naik

Agus membandingkan tilang ETLE pada tahun 2024 hanya 13 ribu, sementara 7 hari operasi Zebra pada 2025 saja sudah mencapai 95 ribu.

"Tahun lalu ETLE hanya 13.000. Sekarang kami baru 7 hari 95 ribu, ETLE kita kedepankan. Tilang kita porsinya kecil, kami tidak mau ada transaksional di tilang," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Agus menyebut adanya penurunan kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas. "Korban meninggal dunia juga turun 28 persen di operasi zebra yang mengkondisikan untuk operasi lilin yang enam hari lagi masih berlaku operasi zebra," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya