Investor Mulai Proyek Pengolahan Sampah jadi Energi di Bali

Proyek waste to energy (WTE) di Bali dinilai akan membantu mengelola sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 25 November 2025, 21:30 WIB
Tim lintas kementerian melakukan verifikasi lapangan terhadap rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor. (Liputan6/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Investor memulai inisiasi proyek pengolahan sampah menjadi energi, atau waste to energy (WTE) di Bali. Seperti dilakukan oleh PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melalui anak usaha PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), yang menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PT CCEPC Indonesia (CCEPC).

Melalui MoU ini, SKI dan CCEPC akan melakukan eksplorasi potensi kerja sama untuk membidik proyek WTE di Bali. 

SKI akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC akan menyediakan dukungan teknis sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan O&M (Operation & Maintenance), mempersiapkan studi kelayakan untuk SKI, melakukan kunjungan lokasi dan penilaian terhadap seluruh jenis limbah yang tersedia di pabrik SKI, serta memberikan dukungan penuh secara ekslusif kepada SKI untuk memenangkan setiap tender yang diikuti oleh SKI.

"Dengan pengalaman teknis CCEPC, kami percaya proyek WTE di Bali dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan," ujar Direktur Utama SKI Sugiarto Romeli, Selasa (25/11/2025).

CCEPC merupakan perusahaan rekayasa internasional yang berfokus pada pengembangan teknologi energi kimia, tenaga listrik ramah lingkungan, pembangunan taman industri, serta proyek infrastruktur dan bangunan sipil. 

Berbasis di Indonesia, perusahaan ini mewarisi lebih dari 20 tahun pengalaman dalam penelitian teknologi, konsultasi, desain, penyediaan peralatan, konstruksi EPC, dan manajemen operasional proyek.

Diminati 120 Perusahaan

Wisma Danantara Indonesia (Istimewa)

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencatat sudah ada 120 perusahaan yang berminat gabung dalam menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi. Proses tendernya pun akan dituntaskan dalam 6-8 pekan ke depan.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan proyek pengolahan sampah jadi listrik menarik minat investasi dari perusahaan lokal maupun mancanegara. Jumlahnya sudah menyentuh 120 pihak yang menyatakan minatnya.

"Sekarang sudah ada sekitar 120 perusahaan yang ingin mengajukan penawaran," ungkap Pandu dalam Forbes Global CEO Conference pada pertengahan Oktober 2025 lalu.   

Tender Diketok Akhir Tahun

Ada kriteria bagi perusahaan yang akan dipilih bergabung dengan Danantara, yakni penawaran teknologi terbaik hingga memiliki dampak paling sedikit terhadap lingkungan.

Meski sudah ada ratusan yang menyatakan minat, Pandu enggan mengungkap salah satunya. "Sudah hampir lebih dari 100 perusahaan yang sudah mendaftar. Semua, internasional dan juga lokal," ucap Pandu.

Adapun, proses tendernya akan dirampungkan pada akhir tahun ini. Sehingga proyeknya bisa langsung berjalan. "Saya sangat senang melihat minat yang begitu besar terhadap proyek ini. Dan kami akan menyelesaikan proses tender dalam 6 hingga 8 minggu ke depan," tandasnya.

   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya