Liputan6.com, Jakarta - Google kembali meluncurkan inovasi terbaru di bidang kecerdasan buatan (AI) dengan memperkenalkan Nano Banana Pro, model generasi gambar dan pengolah visual paling mutakhir yang didukung oleh teknologi Gemini 3 Pro.
Produk ini merupakan pengembangan lanjutan dari Nano Banana versi sebelumnya yang sempat mencuri perhatian karena kemampuannya menghidupkan kembali foto lama hingga menciptakan figur mini berbasis AI.
Advertisement
Bila versi sebelumnya menyasar kebutuhan dasar kreator kasual, Nano Banana Pro kini menawarkan performa jauh lebih tinggi. Dengan sistem penalaran yang lebih canggih serta pemahaman terhadap dunia nyata yang lebih luas, model ini mampu memvisualisasikan ide secara lebih akurat, detail, relevan, dan bermakna.
Ubah Ide Menjadi Visual Visual Siap Pakai
Mengutip The Keyword, Rabu (26/11/2025), Nano Banana Pro dirancang untuk membantu pengguna mewujudkan berbagai ide kreatif, mulai dari membuat prototipe produk, mengubah data menjadi infografis, hingga mentransformasikan catatan tulisan tangan menjadi diagram visual yang mudah dipahami.
Dengan peningkatan kemampuan berpikir logis pada Gemini 3, model ini tidak hanya menghasilkan gambar yang estetis, tetapi juga informatif. Pengguna kini dapat membuat materi edukatif, infografis, dan diagram berbasis fakta dari dunia nyata.
Bahkan teknologi ini bahkan terhubung dengan sistem pencarian Google, memungkinkan pengguna menampilkan visual berbasis informasi terkini seperti prediksi cuaca, hasil pertandingan olahraga, atau rangkuman visual sebuah resep.
Tampilan Teks Lebih Tajam dan Siap Multibahasa
Keunggulan lain dari Nano Banana Pro terletak pada kemampuannya menampilkan teks yang lebih jelas, presisi, dan mudah dibaca langsung di dalam gambar. Baik dalam bentuk slogan singkat maupun narasi panjang, teks dapat disajikan secara rapi dan akurat.
Model ini juga mendukung berbagai bahasa, membuka peluang bagi pengguna untuk membuat konten dalam versi internasional atau menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal. Variasi font, gaya tulisan, dan efek visual kini bisa disesuaikan dengan lebih leluasa.
Kualitas Visual Tingkat Tinggi untuk Kebutuhan Profesional
Nano Banana Pro mampu memadukan hingga 14 gambar sekaligus, sekaligus menjaga konsistensi visual hingga lima subjek yang sama dalam sebuah visual. Hal ini memudahkan untuk mengubah sketsa menjadi desain produk, atau blueprint menjadi struktur 3D fotorealistik.
Tak hanya itu, pengguna juga diberikan kendali penuh atas elemen estetika gambar. Mulai dari sudut pengambilan gambar, titik fokus, pewarnaan, hingga simulasi pencahayaan dapat diatur sesuai kebutuhan - misalnya dari siang menjadi malam atau menghadirkan efek bokeh.
Hasil akhir tersedia dalam berbagai rasio layar dengan resolusi tinggi hingga 4K, menjadikannya kompatibel untuk berbagai platform, dari digital hingga cetak.
Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Nano Banana Pro?
Peluncuran Nano Banana Pro dilakukan secara bertahap dan menyasar beberapa kelompok pengguna utama:
- Pengguna umum dan pelajar dapat mengaksesnya melalui aplikasi Gemini dengan memilih opsi “Create images” di mode “Thinking”. Versi gratis memiliki batas tertentu, sementara pengguna berbayar mendapatkan fasilitas lebih luas.
- Kalangan profesional, terutama pengiklan, mulai mendapatkan akses melalui peningkatan fitur di Google Ads serta tersedia ke dalam Google Slides dan Vids bagi pelanggan Workspace.
- Pengembang dan perusahaan dapat memanfaatkan Nano Banana Pro lewat Gemini API, Google AI Studio, hingga Vertex AI untuk produksi berskala besar.
- Pelaku industri kreatif, termasuk pembuat film dan pemasar, dapat memanfaatkannya dalam aplikasi Flow yang ditujukan bagi pengguna Google AI Ultra.
Ciri Gambar Buatan AI Kini Makin Mudah Dikenali
Untuk memastikan transparansi dalam penggunaan konten berbasis AI, Google menerapkan teknologi watermark digital tersembunyi bernama SynthID pada setiap gambar yang dihasilkan. Teknologi ini memungkinkan pengguna kini dapat mengunggah sebuah gambar ke aplikasi Gemini dan menanyakan sumber pembuatannya.
Selain watermark tersembunyi, Google juga menyertakan tanda visual berupa ikon khusus pada hasil gambar dari pengguna versi gratis dan Pro. Namun, fitur ini ditiadakan untuk pelanggan Ultra dan pengguna Google AI Studio yang membutuhkan hasil visual tanpa gangguan tanda apa pun.
Melalui langkah ini, Google menegaskan komitmennya terhadap penggunaan AI yang bertanggung jawab, transparan, dan tetap menjunjung tinggi kepercayaan publik.