Bursa Asia Menguat Ikuti Reli Teknologi Wall Street dan Optimisme AI

Bursa Asia dibuka menguat mengikuti reli saham teknologi di Wall Street dan optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 November 2025, 08:05 WIB
Pergerakan bursa Asia yang positif ini sejalan dengan optimisme pasar global terhadap potensi kebijakan moneter. Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi ini, mengikuti rebound saham teknologi Wall Street yang terdorong reli saham induk Google, Alphabet, serta harapan pemangkasan suku bunga The Fed.

Optimisme terhadap posisi Alphabet dalam persaingan AI meningkat sejak pekan lalu setelah perusahaan meluncurkan versi terbaru model AI mereka, Gemini 3. Saham Alphabet melonjak 6,31% pada penutupan perdagangan Senin.

Saham teknologi lain yang terkait AI seperti Broadcom dan Micron Technology juga ikut menguat, memperpanjang reli sejak Jumat ketika Presiden The Fed New York memberi sinyal terbukanya peluang pemotongan suku bunga pada Desember.

Dikutip dari CNBC, Selasa (25/11/2025), di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,14%, sementara Topix menguat 0,7% pada awal sesi.

Saham-saham terkait AI menjadi pendorong utama, termasuk Advantest yang melonjak 4,8%, Lasertec yang naik 2,75%, serta Tokyo Electron yang menambah kenaikan 2,39%.

 

Korea Selatan hingga Australia

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sentimen positif juga terlihat di Korea Selatan. Indeks Kospi melesat 2,39%, sementara Kosdaq menguat 1,7%. Dua raksasa teknologi Korea, SK Hynix dan Samsung Electronics, memimpin penguatan dengan kenaikan masing-masing hingga 5% dan 4%.

Di Australia, indeks ASX/S&P 200 sempat naik namun kemudian bergerak mendatar di atas level psikologis garis datar (flat).

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index Hong Kong mengindikasikan pembukaan lebih tinggi di 25.874, dibandingkan penutupan sebelumnya di 25.716,5.

Pergerakan bursa Asia yang positif ini sejalan dengan optimisme pasar global terhadap potensi kebijakan moneter yang lebih longgar serta penguatan kembali saham teknologi berbasis AI.

 

Wall Street

Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Dari Amerika Serikat, Wall Street mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin waktu setempat. S&P 500 naik 1,55% ke 6.705,12, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,69% ke 22.872,01, menjadi performa terbaik indeks tersebut sejak 12 Mei.

Dow Jones Industrial Average juga menguat 202,86 poin atau 0.44% ke 46.448,27.

Reli saham teknologi ini menjadi katalis penting bagi bursa Asia, terutama karena sentimen global kini didorong oleh harapan pemangkasan suku bunga The Fed serta perkembangan positif dalam inovasi kecerdasan buatan (AI).

Dengan kombinasi dua sentimen tersebut, bursa Asia berpeluang melanjutkan tren positif dalam beberapa hari ke depan, meski investor tetap mewaspadai rilis data ekonomi dan petunjuk lanjutan dari The Fed.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya