Kronologi Pelaku Pembunuhan Alvaro Tewas Gantung Diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel

Tersangka kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, Alex Iskandar (AI), ditemukan tewas bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan menggunakan celananya sendiri.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 November 2025, 20:12 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Liputan6.com, Jakarta Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan alasan tersangka kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho, Alex Iskandar (AI) berada di ruangan konseling di Polres Metro Jakarta Selatan, yang membuat hidupnya berakhir di sana.

"Tersangka mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling. Karena status yang bersangkutan sudah tersangka dan besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis, apakah tersangka ini memiliki penyakit bawaan ataupun punya penyakit menular, sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya," kata dia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/11/2025) malam. 

Budi pun menegaskan, sudah mengabarkan pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, agar lebih memastikan penyebab kematian secara lebih menyeluruh.

"Tetapi pihak keluarga belum berkenan, kita menghormati proses kedukaan pihak keluarga," ungkap dia.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo membeberkan alat yang digunakan pelaku pembunuhan Alvaro untuk mengakhiri hidupnya.

"Bahan yang digunakan untuk gantung diri menggunakan celana dia (milik pelaku yang dikenakan)," jelasnya.

Di tempat yang sama, Dokter forensik RS Polri, Farah Primadani Kaurow yang telah melakukan visum et repertum, semakin menguatkan bahwa pelaku bunuh diri, di mana ada luka yang melingkari leher pelaku.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," tandasnya.

 

Cerita Pihak Keluarga

Sebelumnya, polisi telah menangkap seseorang bernama Alex yang diduga sebagai pelaku penculikan Alvaro Kiano Nugroho (6). Namun, si pelaku yang juga merupakan ayah tiri dari Alvaro dikabarkan telah meninggal dunia.

Kabar tewasnya Alex diketahui sang nenek Alvaro, Sayem (53) dari pihak kepolisian.

"Tersangkanya bapak tirinya Alvaro. Dia sudah meninggal," kata Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025).

Sayem mengatakan, Alex sudah ditangkap sejak Rabu 19 November 2025 di kawasan Tangerang. Dua hari kemudian, polisi memberitahukan pria tersebut ditemukan tewas.

"Ini tersangka ini meninggal katanya bunuh diri di Polres Metro Jaksel," ucap dia.

Saat ini, jenazah Alex telah dikuburkan di Tangerang. Namun, pihak keluarga belum yakin, karena hanya menerima foto lokasi pemakaman tanpa penjelasan rinci.

"Tapi kakeknya belum pasti jelas meninggalnya itu. Apa tersangka Alex apa bukan. Makanya nanti dari polda, polres mau selidiki yang lain-lain. Soalnya kakenya gak percaya, soalnya dikasih tahu cuman kuburannya aja gitu," ucap dia.

Temukan Kerangka

Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan adalah ayah tirinya.

"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.

Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis "deoxyribonucleic acid" (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas.

Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Kontak Bantuan

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya