Tim SAR Temukan Jenazah Balita di Longsor Cilacap: 2 Korban Lainnya Masih Dicari

Pada hari kesembilan operasi SAR di Desa Cibeunying, Majenang, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah balita berusia tiga tahun bernama Fatin Ayo Rengganis, korban ke-21 dari bencana longsor tersebut.

oleh Muhamad RidloDiterbitkan 21 November 2025, 20:25 WIB
Evakuasi jenazah korban longsor Cibeunying, Cilacap, hari kesembilan, Jumat (21/11/2025). (Foto: Dokumentasi Basarnas Cilacap)

Liputan6.com, Jakarta Tim SAR gabungan menemukan jenazah balita korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada hari kesembilan operasi pencarian, Jumat  (21/11/2025), sekitar pukul 15.52 WIB.

Korban yang ditemukan adalah Fatin Ayo Rengganis (3), seorang balita yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat tertimbun longsor.

Jenazah ditemukan di area perbatasan worksite B1 dan B2, sekitar 70 meter dari rumahnya. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Majenang.

“Memang ditemukan lebih jauh dari prediksi awal,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah.

Dia mengatakan pencarian dilakukan sejak pagi dan terus dimaksimalkan hingga malam hari mengingat kondisi lapangan yang masih memungkinkan untuk penyisiran.

“Operasi SAR kami laksanakan dari pagi hingga waktu yang belum dapat kami tentukan. Jika malam tidak turun hujan, operasi tetap kami lanjutkan,” ujarnya.

 

Pencarian Sampai Malam

Jenazah balita ini adalah korban yang ke-21 yang telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Abdullah menyebutkan bahwa masih ada dua korban lainnya yang belum ditemukan.

Dua korban tersebut berada di lokasi berbeda, masing-masing di worksite A1 dan worksite B1. Ia menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan secara intensif dengan pola penyisiran darat dan pemantauan area terdampak.

Hingga Jumat malam, seluruh unsur SAR gabungan masih berada di lokasi dengan upaya maksimal untuk menemukan korban yang tersisa.

Abdullah menambahkan kondisi cuaca menjadi salah satu penentu kelanjutan operasi malam hari. “Jika tidak turun hujan, malam hari tetap kami gunakan untuk melanjutkan operasi,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya